MOANEMANI – Wakil Bupati Dogiyai, Oskar Makai yang sementara menjabat Bupati Dogiyai mengatakan, dirinya semenjak diberikan mandat dan wewenang melaksanakan tugas-tugas Bupati yang sementara sedang menyelesaikan tesis di Yogyakarta, mengatakan, pihaknya sudah membahas KUA PPAS sesuai prosedur yang berlaku.

Oskar mengatakan, dirinya tidak lagi mengharapkan ada program-program titipan yang tidak jelas dan tidak akan dirasakan warga masyarakat Kabupaten Dogiyai.

“Mekanisme penyusunan Rancangan Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) dan Penetapan APBD, pemerintah daerah bersama-sama DPRD sudah menyusun Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

Dalam penyusunan tersebut, tentu kami berpedoman pada Rencana Strategis Daerah (Renstrada) dan Musrenbang dari kampung, distrik dan terakhir sudah digodok oleh Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Dogiyai”, ujar Wabup.

Oleh sebab itu, Oskar mengatakan, dirinya perintahkan kepada jajarannya untuk tidak perlu lagi terima program titipan dari mana-mana yang ujung-ujung mau cari kepentingan pribadi tanpa dirasakan warga.

Banyak program siluman yang selama ini dibuat-buat tanpa upaya nyata dalam masyarakat Kabupaten Dogiyai, oleh sebab itu dirinya meminta agar akomodir semua rencana pembangunan yang sudah diusulkan lewat Musrenbang Kampung, agar benar-benar dirasakan warga masyarakat.

Oskar mengatakan, program utama yang kita bersama upayakan adalah jalan lingkar yang sudah buka, segera diaspal agar benar-benar digunakan warga.

Sedangkan yang belum, perlu dilakukan evaluasi agar ada langkah-langkah kongkrit.

DPRD yang baru juga perlu mengawali semua kebijakan berdasarkan kemampuan anggaran daerah.

DPRD perlu turun berbaur dengan masyarakat, merasakan apa yang sedang diinginkan masyarakat dan berusaha membangun hubungan yang baik dengan instansi terkait dan berupaya bersama-sama  menggolkan semua kebijakan agar daerah kabupaten Dogiyai ini benar-benar kita bangun berdasarkan kebutuhan dan keinginan rakyat.

Hindari kepentingan pribadi, dan pesanan, sebab rakyat akan semakin menderita. (ist)