NABIRE - Hasil tes masuk perguruan tinggi Akademi Perawat (Akper) Nabire, telah diumumkan pekan lalu. Sebanyak 15 mahasiswa baru (Maba) Akper Nabire yang telah dinyatakan lulus murni, dari pihak akademik Akper Nabire menyuruh ke-15 Maba ini kuliah di Akper Timika.   Kebijakan Akper Nabire tersebut ditanggapi serius orang tua dari ke-15 mahasisawa baru. Para orang tua sangat tidak terima kebijakan pihak akademik Akper Nabire. Mereka menolak dengan tegas kebijakan pihak akademik tersebut. Seperti yang ditegaskan salah seorang orang tua calon mahasiswa, Saperius Pekey, kepada wartawan media ini, kemarin. Menurutnya, sangat tidak setuju kebijakan yang diambil pihak akademik Akper Nabire. Karena sangat tidak adil dan sangat meresahkan para mahasiswa. Dirinya atas nama orang tua mahasiswa, menolak dengan tegas kebijakan yang diambil pihak akademik Akper Nabire. “Kebijakan pihak akademik dalam mengatur mahasiswa itu bagian dari manajemen pengelolahan kampus Akper ini, sehingga pihak akademik, diatur secara baik. Karena kebijakan ini sangat menodai dalam manajemen.  Karena perlu kelima belas mahasiswa lulus murni bukan lulus cadangan. Pihak akademik, harus mengerti kelima belas itu, apakah lulus muri atau cadangan. Sebenarnya, mahasiswa yang lulus murni itu yang diakomodir dengan baik. Tetapi pihak akademik, lulus cadangan itu yang diperhatikan dengan baik. Hal ini tidak benar dan kami minta agar kebijakan yang diambil pihak Akper segera ditarik kembali dan diatur secara baik,” katanya. Jika pihak akademik tidak diatur seperti itu, tentu akan dinilai tidak mampu dalam mengatur manajemen akademik Akper Nabire. Oleh karena itu, tegas Saper, pihak akademik, mestinya pikirkan secara baik dalam mengelolah kampus Akper ini. Karena kehadiran sebuah perguruan tinggi Akper di Nabire ini, untuk membantu anak–anak asli Papua yang ada wilayah Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak Jaya, dan kabupaten mana saja untuk dapat kuliah di Akper Nabire.   “Kami minta agar pihak akademik, kelima belas mahasiswa baru yang sudah dinyatakan lulus murni ini agar dapat dikuliahkan di Nabire, tidak usah kirim ke Akper Timika,” tandasya.    Jika tidak diindahkan permintaan orang tua mahasiswa akan melakukan aksi demo di halaman Kampus Akper hingga menjawab permintaan orang tua mahasiswa baru. Karena kebijakan yang diambil ini, kebijakan baru yang dilakukan oleh pihak Akper Nabire. Sebab, sejak kehadiran Akper di Kota Nabire tidak pernah dilakukan kebijakan seperti ini.   “Para mahasiswa mau kuliah di Akper Nabire sehingga mereka datang ikut tes di Akper Nabire. Kalau mereka mau kuliah di Akper Timika, pasti mereka tidak mungkin datang ikut tes di Nabire. Maka itu, hal ini, pihak Akper dapat mengerti dengan baik,” tambahnya.           Dirinya kembali berharap pihak Akper dapat akomodirkan permintaan orang tua mahasiswa baru agar tidak dapat terpengaruhi terhadap proses  pemerimaan mahasiswa baru dan perkulian selajutnya. Sebab karena kebijakan baru sehingga orang tua tetap akan tuntut alasan kebijakan hingga permintaan dikabulkan. (ist)