NABIRE - Dengan hadirnya Partai Politk Lokal (Parpolok) yakni Partai Papua Bersatu (PPB), kini telah menjadi sarana versi orang Papua guna membangun kebersamaan, keadilan serta membangun relasi untuk mencari solusi melalui partai lokal tersebut, karena sekian lama telah bergabung bersama partai nasional. Pendiri partai lokal sekaligus Ketua Umum PPB, Christian Ponataba mengatakan, sudah lama telah bergabung bersama partai nasional. Namun, suatu kebanggaan besar telah hadir bagi orang Papua yaitu Partai Papua Bersatu, sehingga kini saatnya orang Papua punya berhak untuk mencari tahu keadilan serta kebenaranya via  PPB. “Kami sudah berjuang terkait partai politik ini sejak beberapa tahun yang lalu serta kami sudah mengajukan semua dokumen terpenting kepada Pemerintah Pusat (Pempus), namun saat itu telah mengalami kegagalan artinya semua dokumen terkait akhirnya tidak memberikan respon positif kepada kami,” tandasnya. Sebab, menurut Christian ketika dihubungi, sebenarnya telah diundang-undangkan bahwa setiap warga negara bebas untuk mendirikan sebuah partai politik sehingga berlandaskan asas tersebut kami pun telah berupaya semaksimal mungkin dan akhirnya semua dokumen kami mengajukan kembali kepada pemerintah pusat dan akhirnya pula sudah diratifikasikannya.Dirinya  berharap semua masyarakat Papua turut mendukung PPB, karena sebuah harapan baru bagi orang Papua hanyalah satu-satunya melalui partai lokal ini. “Kami sudah berjuang dan dapat memaksimalkan semua skill kami dan akhirnya telah berhasil, maka mati atau tidak ada di tangan kami semua”. “Semua urusan terkait partai politik sudah berjalan lancar, sebab sekarang kami hanya sedang menunggu Surat Keputusan (SK) dari pemerintah pusat dalam hal ini melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk kader-kader partai lokal. Saya berharap pemilihan serentak pada tahun 2019 mendatang partai PPB bisa diikutsertakan dalam pemilihannya kelak,” tuturnya.Tambahnya, apabila partai politik ini berjalan baik dan lancar maka kami siap akan mengadakan pengkaderan semua anak bangsa yang manpu memimpin partai lokal ini agar kelak bisa menunjukan bahwa orang Papua juga mampu mendirikan sebuah partai politik. Kata orang “Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Stisipol “Silas Papare” Jayapura adalah kampus yang sudah tertinggal atau sudah tidak dipakai, namun saya adalah alumni Stisipol yang mampu membawa nama baik Stispol dihadapan bangsa dan negara. (modes)