NABIRE - Dalam rangka Operasi Ramadniya Matoa 2016, Kepolisian Resor Nabire menggelar razia di dua titik, di kawasan Pantai Nabire dan Taman Gizi Oyehe, Selasa (5/7) lalu. Dalam Operasi Ramadniya Matoa 2016 melalui razia kendaraan bermotor yang digelar oleh Polres Nabire melalui Satuan Lalulintas Polres Nabire, sebanyak 56 unit kendaraan bermotor (Ranmor) roda dua berhasil diamankan oleh Satuan Lalulintas Pores Nabire. Kapolres Nabire, AKBP Semmy Ronny Thabaa melalui Kasat Lantas Polres Nabire, AKP Samuel D. Tatiratu, S.Ik saat dikonfirmasi usai digelarnya rasia tersebut kepada wartawan mengatakan, selain dalam rangka Operasi Ramadniya 2016 di wilayah hukum Polres Nabire, hal tersebut juga dilakukan dalam rangka meminimalisir angka kecelakaan lalulintas di jalan raya, khususnya di Kabupaten Nabire. Kata dirinya, untuk angka kecelakaan lalulintas dari bulan Januari hingga Juli tahun 2016 pertanggal 4 Juli 2016, sudah 145 kasus kecelakaan yang ditangani Polres Nabire melalui Satuan lalulintas. Sedangkan yang meninggal dunia sebanyak 22 orang, luka berat sebanyak 27 orang dan yang mengalami luka ringan sebanyak 175 orang. Dengan adanya peningkatan jumlah kasus laka lantas di tahun 2016 ini, tentunya Satuan lalulintas Polres Nabire tidak henti-hentinya untuk terus melakukan penertiban melalui rasia maupun pengaman-pengamanan di sejumlah titik yang dianggap rawan kecelakaan. Dari rasia yang dilakukan di dua titik, di kawasan Pantai Nabire dan Taman Gizi Oyehe masih didominasi oleh pengendara-pengendara yang melanggar karena tidak menggunakan helm, tidak membawa SIM dan STNK, TNKB tidak lengkap dan menggunakan knalpot racing (non standar). “Jadi menurut saya, kalau saya lihat sebenarnya ada kebanggaan tersendiri bagi mereka yang sering melanggar. Artinya dia bangga kalau dia melanggar. Tetapi, justru rasa bangga yang ditunjukkan itu sebenarnya salah, justru mereka berbuat pelanggaran, mereka tidak menyadari bahwa itu akan berakibat buruk bagi nyawanya sendiri, ini kebanggaan yang salah dan ini pandangan yang salah,” ungkapnya. Menurutnya, selama ini Polres Nabire Satuan Lalulintas telah berupaya dengan maksimal melakukan sosialisasi-sosialisasi, peneguran-peneguran langsung kepada pengendara yang melanggar, bahkan telah berulang kali melakukan penindakan berupa penilangan kepada pengendara-pengendara yang “nakal”, tapi masih ada saja ada yang melakukan pelanggaran, bahkan berulang-ulang kali.Lanjutnya, Satuan Lalulintas Polres Nabire selama ini telah berupaya semaksimal mungkin melakukan sosialisasi, peneguran dan penilangan terhadap para pengendara kendaraan yang melakukan pelanggaran. Tetapi yang selama ini dilakukan Satuan Lalulintas Polres Nabire justru dianggap hal yang biasa oleh pengendara, dalam arti masih minimnya kesadaran masyarakat dalam berlalulintas di jalan raya. (cad)