NABIRE - Setelah sempat bertahun-tahun vakum, PCNU Kabupaten Nabire kini mulai menunjukkan taringnya dengan dilaksanakannya Konfercab Nahdlotul Ulama (NU) pertama setelah Konfercab terakhir 1997. Konfercab NU mengacu dasar hukum pelaksanaan adalah Amanat PWNU Provinsi Papua No. 009/A.1.04/SR/PA/VIII/2021 tertanggal 22 Agustus 2021 M. Konfercab pertama NU diselenggarakan 1 September 2021 di Islamic Centre Jalan Merdeka Kelurahan Karang Mulia Nabire.

Carateker Pengcab Kyai M. Ihsan Abdul Hanan dalam sambutannya mengatakan, Konfercab NU ini perdana setelah 1997.

"NU pernah menggelar konferensi pertamanya setelah HUT Kemerdekaan RI. Konfercab NU Nabire kali inipun dilaksanakan setelah HUT Kemerdekaan RI," katanya.

Dengan ghiroh perjuangan kemerdekaan, lanjutnya, konferensi ini menjunjung nilai semangat kebersamaan sebagai sebuah organisasi terbesar di tanah air.

Pemerintah Kabupaten Nabire dalam hal ini Penjabat Bupati Nabire yang diwakili Asisten I Setda Nabire, La Halim, S.Sos menyatakan, NU di Nabire itu ada tetapi tidak nampak, nampak tetapi tidak jelas.

"Kami pemerintah antusias menyambut Konfercab NU ini. NU di Nabire cukup banyak, NU ada tapi tidak Nampak, nampak tapi tidak jelas," tukas La Halim, Rabu (1/9/21).

Ketua Sidang Konfercab NU Nabire, Muhammad Thohir didampingi Sekretaris Sidang, Wahyu Budi Santoso dan diikuti hampir seluruh ranting/utusan ranting NU di seluruh Kabupaten Nabire.

Ketentuan BAB III Pasal 3 Ayat (1) Tentang Quorum, Konfercab sebagai lembaga permusyawaratan tertinggi Nahdlotul Ulama tingkat cabang dianggap sah apabila dihadiri oleh lebih dari separuh jumlah ranting yang sah yang telah mendapatkan surat mandat dari Carateker PCNU Nabire sebagaimana isi Surat penunjukan dari Pengurus Wilayah NU Provinsi Papua. 

Hingga berita ini dipublis sidang Konferensi Nahdlotul Ulama Kabupaten Nabire 1 September 2021 memasuki termin dua dengan membacakan BAB dan Pasal prosedur pelaksanaan konferensi.

NU Milik Umat Islam, Bukan Kelompok

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Nabire H. Mohammad Iskandar menyambut baik dan gembira Konferensi Cabang Nahdlotul Ulama Kabupaten Nabire 2021. Konfercab diselenggarakan dalam rangka memilih Ketua dan Kepengurusan PCNU Kabupaten Nabire Masa Khidmat 2021-2026.

Iskandar juga sempat menyoroti komentar Asisten I Setda Nabire La Halim yang menyatakan NU di Nabire ada tetapi tidak nampak nampak tetapi tidak jelas.

"Kami selaku wakil rakyat menyambut baik dan gembira dengan diselenggarakannya konfercab NU Kabupaten Nabire pertama. Sudah cukup lama kami mendambakan kehadiran organisasi terbesar di Nusantara bisa berkiprah dengan lebih baik dan jelas," kata Iskandar, Rabu (1/9/21)

Dia berharap dengan terbentuknya kepengurusan yang baru Pengurus Cabang NU Kabupaten Nabire lebih bisa merangkul semua kelompok, golongan, dan suku.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu, menilai NU Nabire terkesan terkotak-kotak dan berkelompok serta kesukuan.

"Kami semua berharap dengan adanya Konfercab NU semoga bisa memilih dan mendapatkan Ketua dan Kepengurusan baru yang memiliki jiwa kepemimpinan mumpuni dan berjiwa nasionalis, "imbuhnya.

Senada dengan pernyataan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Nabire, Ketua Gerakan Pemuda (GP) Anshhor Kabupaten Nabire, Suryono menyatakan hal serupa. Dirinya pun menilai NU terkesan terkotak-kotak dan kesukuan.

"Kami para kaum muda sangat mendambakan Pemimpin NU yang nasional, NU milik umat Islam khususnya di Nabire bukan didominasi dan atau bahkan identik dengan suku tertentu," tukas Suryono.

Dirinya sebagai kaum muda Anshor menghendaki pembinaan dan bimbingan dari pemimpin. Supaya harokah perjuangan dalam rangka berkhidmat mendapat manfaat dan berkah.

Sidang konferensi berjalan cukup alot saat pimpinan sidang membacakan aturan dan ketentuan persidangan. Banyak mendapat interupsi dari anggota yang hadir. Namun secara umum sidang berjalan dan lancar dengan pengawalan pasukan Gasmi dan Pagar Nusa. (feb)