NABIRE – Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, SS.,M.Si ketika dikonfirmasikan media ini terkait demo damai yang dilakukan oleh mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Gerakan Pelajar Mahasiswa se-Indonesia (GPMI) peduli Kabupaten Intan Jaya, Jumat (24/7) kemarin bertempat di Gedung Karel Gobay, menyatakan demo mahasiswa ini salah tempat dan menyalahi aturan bahkan tidak sesuai dengan apa yang telah dilakukan oleh Pemkab Intan Jaya selama ini. Dikatakan Natalis dalam siaran persnya, mahasiswa demo di Nabire itu boleh-boleh saja untuk menyampaikan aspirasi dan saran-usul kepada pemerintah daerah, tetapi demo di Nabire itu salah tempat. Dan secara aturan mahasiswa menyalahi demo tersebut, karena Pemerintah Intan Jaya kan masuk wilayah hukum Polres Paniai oleh karena itu hal ini para mahasiswa harus tau.Lanjutnya, mahasiswa merupakan intelektual yang terpelajar dan terdidik, sehingga kalau ingin menyampaikan aspirasi atau saran usul kepada Pemerintah Intan Jaya seharusnya lewat badan pengurus ikatan mahasiswa secara tertulis guna meminta waktu kepada pemerintah daerah, supaya pemerintah daerah bisa memfasilitasi para mahasiswa.Kalau demo itu tuntutanya mengenai bantuan pendidikan, maka pemerintah daerah akan evaluasi dalam waktu dekat ini juga, kata Bupati Tabuni, pemerintah daerah akan menghadirkan badan pengurus ikatan mahasiswa dari setiap kota studi agar bisa adakan pertemuan. Oleh karena itu, saya sebagai Bupati Intan Jaya berharap dan pesan kepada mahasiswa asal Intan Jaya se Indonesia, kalau mau sampaikan aspirasi dan saran usul yang sifatnya kontruktif, maka harus menggunakan dengan cara intelektual dan secara tertulis meminta waktu kepada pemerintah daerah, jangan mengunakan cara aksi demo.“Saya juga menghimbau kepada mahasiswa asal Intan Jaya bahwa jangan mudah terprovokasi dengan situasi dan kondisi saat ini, terutama bagi mahasiswa murni jangan mudah terpengaruh dengan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Saya pesan mahasiswa punya tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan adalah tidak lain belajar, belajar dan belajar, supaya kuliahnya cepat selesai dan kembali untuk membangun di daerah,” tandasnya.Saya juga ingin sampaikan, imbuhnya, pemerintah daerah memberikan bantuan pendidikan kepada mahasiswa asal Intan Jaya di seluruh Indonesia itu tidak pakai standar AQ atau standar nilai IPK, namun pintar atau bodoh yang penting anak Intan Jaya semua kami membiayai mereka, yakni mulai dari jenjang pendidikan D-III, S1, S2 dan S-3. Selain itu pemerintah juga membiayai bagi mereka yang sekolah di jurusan penerbangan. Bagi siswa penerbangan 3 orang sudah wisuda dan sekarang mereka bekerja di dunia penerbangan di Indonesia dan siswa penerbangan lain masih dibangku studi yang sedamng kami membiayai sampai wisuda.Selain bantuan pendidikan, pemerintah daerah juga memfasilitasi sarana tempat tinggal bagi mahasiswa, yakni rumah kontrakan dan bangun asrama baik itu di Papua maupun luar Papua. Diantaranya, jelasnya, di kota studi Jayapura pemerintah daerah sudah bangun asrama yang cukup besar dan dalam waktu dekat akan diresmikan. “Di kota studi Manado juga pemerintah bangun asrama dan waktu dekat juga akan peresmian. Sedangkan kota studi lain seperti Makassar, Surabaya, Bali, Malang, Jogyakarta, Semarang, Jakarta, Bandung, Ternate, NTT dan Timika Pemerintah Intan Jaya kontrak rumah, di kota studi Manokwari tahun ini pemerintah akan beli sebuah asrama yang cukup besar dan untu di Nabire juga pemerintah sudah bangun asrama dan saat ini mahasiswa tinggal di asrama tersebut. Sehingga saya kira pemerintah daerah sudah berbuat yang terbaik dan apa yang kurang bagi mahasiswa,” jelasnya panjang lebar. Dikatakan, kalau mahasiswa yang belum terdata dan mahasiswa S-2 yang belum dapat bantuan pendidikan atau belum terdata pula pasti akan ditinjau kembali dan pemerintah daerah akan memabntu mereka dalam waktu dekat. Hal ini para mahasiswa Intan Jaya tidak pernah akui kebaikan pemerintah daerah. Coba mahasiswa perhatikan di 29 kabupaten/kota Provinsi Papua, apakah dalam bantuan pendidikan kepada mahasiswa sama dengan Pemerintah Intan Jaya atau tidak ?“Saya kira kabupaten lain tidak memberikan bantuan seperti kami pemerintah daerah di Intan Jaya, kabupaten lain juga dapat dibantu kepada mahasiswa tetapi berdasarkan nilai IPK-nya baik. Kalau mahasiswa demo-demo terus kepada pemerintah daerah maka dengan tegas saya sampaikan kepada mahasiswa bahwa kedepan kami akan ketat dalam pemberian bantuan pendidikan. Suatu saat kami juga menggunakan dengan cara IPK yang terbauik baru kami akan bantu. Tapi sekarang ini kan tidak, pintar atau bodoh semua dapat,” tekannya.Dalam pemberian bantuan pendidikan ini mahasiswa Intan Jaya harus akui dan apresiasi kepada pemerintah daerah. Terangnya lagi, nilai bantuan ini berpariatif, yaitu bagi mahasiswa umum D3 dan S1 permahasiswa 5 juta, bagi mahasiswa S-2 dapat 20 juta dan S-3 dan kedokteran dapat 30 juta, bagi siswa penerbangan dapat 100-300 juta sesuai jam terbang. Nilai besar ini tidak dibuat-buat oleh pemerintah daerah, tetapi sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dimana dana hibah atau bantuan sosial itu besarannya adalah Rp.5 juta.“Sekali lagi saya sampaikan kepada mahasiswa Intan Jaya se Indonesia bahwa kalau ada demo susulan baik di Nabire atau di Jayapura, maka bantuan pendidikan akan kami hentikan total, karena bantuan pendidikan itu bukan suatu keharusan, tetapi itu merupakan mutlak kebijakan bupati sesuai dengan visi, misi Bupati Intan Jaya, yaitu Jaya Pintan, Intan Jaya Sehat dan Intan Jaya Sejahtera,” tegas Bupati Natalis. Oleh karena itu, mahasiswa jangan dipolitisir dan diprovokasi oleh lawan-lawan politik yang selama ini menganggu jalannya penyelenggaran pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di Kabupaten Intan Jaya. Kami Juga tau siapa pejabat daerah dan politisi putera daerah yang menjadi lawan politik, menjadi actor dan memprovokasi mahasiswa Intan Jaya selama ini dan selalu menggangu jalannya pemerintah kepemimpinan saya dan wakil bupati. “Oleh karena itu, saya dan wakil bupati tidak akan takut siapapun yang akan menggangu kepemimpinan kami dalam menjalankan roda penyelenggaraan pemerintah Kabupaten Intan Jaya. Sekali lagi saya pesan kepada mahasiswa untuk tidak terpancing dengan keadaaan atau jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Mari kita bergandengan tangan membangun Kabupaten Intan Jaya yang kita cintai bersama,” terang Natalis lagi seraya mengakhir tanggapannya. (des/wan)