TIMIKA  – Cabor Biliar Kontingen Papua masuk empat besar perolehan medali pada PON XX tahun 2021 dengan raihan 2 medali emas, 3 perak dan 9 perunggu dari 28 provinsi yang ambil bagian di olahraga bola sodok ini.

Sementara itu untuk urutan pertama diraih DKI Jakarta dengan 6 emas, 1 perak dan 3 perunggu, urutan kedua Jawa Barat dengan 3 emas, 3 perak dan 3 perunggu.

Posisi ketiga diraih Jawa Tengah dengan 3 emas, 1 perak dan 4 perunggu. Sedangkan nomor urut 5 lima diraih kontingen Jambi dengan raihan 2 medali emas.

Pertandingan biliar yang berlangsung mulai dari tanggal 3 – 14 Oktober ini, yang diikuti 126 atlet. Provinsi Papua didapuk sebagai kontingen yang memiliki raih medali terbanyak yakni 14 medali di ajang pesta olahraga nasional empat tahunan itu.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum PB POBSI Provinsi Papua Natalis Tabuni S.Sos, MS.i kepada wartawan seusai upacara penutupan, Kamis (14/10/2021) di GOR biliar SP2 Kota Timika, Natalis Tabuni mengucap syukur dengan torehan prestasi yang diraih pebiliar Papua ini.

“Ukuran dari medali yang terbanyak dari Papua dan diharapkan bahwa kedepan mereka tetap jaga kondisi dan kesehatan dengan berlatih secara terus menerus. Dengan demikian mereka lebih berhasil di PON berikutnya,” harapnya.

Untuk menuju kearah sana, sebagai pengurus berjanji akan selalu bersama para atlet agar mereka tetap fight kedepan.

Untuk mempersiapkan diri menuju PON XXI di Aceh dan Sumatera Utara. Pengurus POBSI Papua akan menggunakan system gugur. “Jadi kalau tidak memenuhi standar. Tetap baik atlet yang sekarang ada maupun yang baru tetap wajib ikut seleksi. Kecuali mereka yang sudah mendapatkan medali emas dan perak. Kemungkinan masih dipertahankan sejauh mereka masih menjaga stamina dan ada peningkatan.

Sementara itu menyangkut janji bonus 1 miliar dari Pemprov Papua kepdaa peraih medali emas, perak Rp. 500 juta dan perunggu sebesar Rp. 250 juta. Sebagai Ketua POBSI Papua dirinya akan melakukan komunikasi dengan Gubernur Lukas Enembe sebagai penanggung jawab. Supaya bonus ini akan diberikan.

Namun demikian Pengurus POBSI Papua juga akan memberikan bonus. “Teman – teman lain kasih hadiah di depan. Bapa (Natalis Tabuni-red) tidak kasih hadiah di depan. Mengingat saya masih menjabat sebagai Bupati sehingga hal begitu kita bisa lakukan. Akan tetapi bukan pada tempatnya,”tegasnya.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait atlet asli Papua yang minim di Cabor Biliar. Masih kata Natalis Tabuni, sebenarnya minat anak – anak Papua untuk cabor ini  cukup banyak. Akan tetapi kualias untuk masuk sebagai atlet belum sampai kesitu.

“Tetapi Puji Tuhan dari kita disini beberapa yang sudah masuk anak – anak Papua. Terbukti ada yang sudah masuk ke perempat final dan mendapat perunggu. Saya pikir kedepan akan lebih bagus,”ucapnya.

Untuk itu akan ditingkatkan, pertandingan – pertandingan Kejurda di tingkat provinsi. Dengan demikian atlet putra putri dari OAP bisa banyak yang terjaring.  (ist)