NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire resmi menginisiasi program jemput bola Administrasi Kependudukan (Adminduk) sebagai tindak lanjut atas arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Langkah strategis ini diambil guna memastikan seluruh penduduk, dari lahir hingga meninggal dunia, tercatat secara akurat dalam dokumen negara.

Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si., dalam arahannya di Aula Inspektorat pada Selasa (14/07/2026), menekankan pentingnya komitmen seluruh elemen pemerintah daerah. 

“Tujuan dari Surat Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri nomor 400.1/5689 ini adalah agar kita melakukan percepatan pelayanan dokumen kependudukan bagi masyarakat,” ujarnya.

Mesak Magai menyoroti masih banyaknya data penduduk yang tidak valid di wilayahnya, termasuk warga yang berdomisili lama namun masih menggunakan KTP luar daerah. “Ini peran kepala distrik, kepala kampung hingga RT/RW sangat menentukan, sehingga membantu kita untuk mendata seluruh penduduk Kabupaten Nabire,” tegasnya.

Bupati mengingatkan, data kependudukan merupakan variabel utama dalam penentuan kebijakan pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga acuan besaran Dana Alokasi Umum (DAU). “Karena acuan untuk dana desa dan lainnya semua berdasarkan pola ukur data kependudukan,” jelas Mesak.

Lebih lanjut, bupati menegaskan perlunya ketertiban data, termasuk menertibkan status kependudukan warga yang telah meninggal dunia namun masih tercatat hidup. “Kalau orangnya mati, nama masih hidup, itu yang lebih banyak terjadi sehingga proaktif bapak/ibu sekalian sangat penting dan diperlukan,” tambahnya.

Mesak juga menyinggung upaya penertiban data ASN di lingkungan Pemkab Nabire yang kini tengah dilakukan secara maksimal. “Sampai hari ini, data ASN di Kabupaten Nabire terjadi perbedaan antara daftar gaji dengan status di MyASN dan Minggu ini sudah terdata sekitar 300an pegawai yang tidak jelas statusnya akan kami hentikan,” ungkap bupati.

Sebagai Ibu Kota Provinsi Papua Tengah, Mesak Magai berharap Nabire mampu menjadi contoh bagi kabupaten lain dalam tata kelola administrasi kependudukan. “Saya harap ini kita kerja keras, Nabire harus menjadi contoh bagi kabupaten lain untuk mendata kependudukan,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disdukcapil Kabupaten Nabire, Yohanes Pigome, S.Sos., MM., MH., menyampaikan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada Nabire. 

“Ini merupakan satu kebanggaan bagi kita di Provinsi Papua Tengah, khususnya Kabupaten Nabire, karena ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan jemput bola ini,” kata Yohanes.

Yohanes merinci, rangkaian kegiatan ini akan dilaksanakan di beberapa wilayah strategis sebagai lokus utama. “Lokus kegiatan kita yang pertama dimulai 21 sampai 25 Juni 2026 di Distrik Wanggar, Distrik Makimi dan Distrik Yaur,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh aparatur pemerintah di tingkat distrik hingga kampung untuk proaktif dalam memfasilitasi kebutuhan administrasi masyarakat. Dengan tertibnya data kependudukan, diharapkan berbagai program pembangunan dan kesejahteraan di Kabupaten Nabire dapat berjalan lebih tepat sasaran. (sam)