KAIMANA - Ketua Kontingen Pesparawi  XII se Tanah Papua Kabupaten Nabire, Yufinia Mote Douw, S.SiT, ketika diwawancarai, Minggu (17/9) di Pantai “Bantemi” Kaimana kepada wartawan mengatakan, dirinya merasa bangga dengan sejumlah prestasi gemilang yang ditoreh kontingen Nabire pada Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) yang berlangsung di Kota Senja Indah Kaimana. Dari sembilan kategori lomba yang diikuti, kontingen Nabire berhasil meraih 5 (lima) Medali Emas sudah termasuk satu “Champion” dan 5 Medali Perak. Prestasi gemilang tersebut merupakan prestasi yang biasa dan diraih dengan penuh tantangan, cobaan yang dihadapi oleh kontingen Nabire, mulai dari persoalan independensi dan netralitas dewan juri pada setiap kategori yang dilombakan, hal ini termasuk salah satu tantangan yang cukup berat yang di hadapi kontingen Nabire para Pesparawi XII se tanah Papua. Ketua Kontingen mengatakan, semua persembahan yang terbaik untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan telah dilakukan oleh kontingen Nabire, soal penilaian manusia tentu sangat berbeda dengan penilaian dari Tuhan, tetapi Nabire yakin bahwa Tuhan melihat apa yang dipersembahkan oleh kontingen Nabire untuk kemuliakan nama Tuhan di Pesparawi XII di Kaimana ini. “Sebagai manusia apa yang kami sudah persiapkan itu yang kami sudah lakukan di Pesparawi kedua belas Kaimana, namun dalam penilaiannya kami kembalikan kepada dewan juri, yang jelas bahwa kontingen Nabire sudah datang ke Kaimana dan yang terbaik sudah kami persembahkan, memuliakan nama Tuhan, mengagungkan nama Tuhan sesuai dengan temanya yaitu, Langit dan Bumi Pujilah Tuhan,” ujarnya.Katanya, apa yang sudah diperoleh oleh kontingen Nabire sebenarnya sudah luar biasa dengan hanya memanfaatkan pelatih dan official lokal, tetapi memang banyak hal yang harus menjadi bahan evaluasi panitia lomba. Tetapi, apapun hasilnya yang sudah diberikan dewan juri kepada kontingen Nabire akan diterima dengan sepenuh hati sesuai dengan perintah Tuhan. “Ini hasil terbaik yang sudah kami peroleh, dan apabila ada sejumlah kekurangan-kekurangan yang terjadi dalam hal penilaian, kami kembalikan hal itu kepada pihak yang menilai. Kedepan, jika dipercaya, Nabire siap jadi tuan rumah Pesparawi berikutnya dan untuk itu kami sudah siap, yang jelas kami akan melaksanakan itu dengan baik,” pungkasnya. (cad)