NABIRE – Kabupaten Nabire akan mengekspor kopra ke luar Papua, persiapannya sudah ada gedung pengolahannya, tinggal menambah fasilitas penunjang berupa gedung. Hal ini dalam rangka meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga dengan memberdayakan sumber daya lokal yang tersedia di daerah ini. Persiapan menuju ekspor kopra, beberapa fasilitas penunjang sudah mulai disiapkan Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, dengan memanfaatkan dana yang ada di tengah keterbatasan. Sementara bahan baku berupa kelapa sudah bisa diperoleh dari masyarakat dari kawasan pesisir dan kepulauan di daerah ini.

Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, Janic Iji didampingi beberapa kepala bidang dalam pertemuan dengan Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire di ruang Komisi B gedung dewan, Senin (18/10) mengatakan pengembangan insdustri melalui pengolahan kopra ini untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat di Kabupaten Nabire terutama masyarakat dari pesisir dan kepulauan yang selama ini ke pasar dan pendapatan yang diperoleh tidak sebanding dengan pendapatan yang diharapkan. Dengan dibangunnya industri pengolahan kopra, akan membantu masyarakat di kampung untuk meningkat pendapatan ekonomi.

Dalam pertemuan tersebut, Iji juga mengakui untuk mempromosi potensi sumber daya lokal berupa kelapa dan rencana industri pengolahan kopra di Nabire, pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa dinas terkait di luar Nabire, beberapa bulan lalu. Dan tanggapannya, kolega Dinas Perindustrian dari Makassar menyatakan siap untuk membantu memasarkan kopra asal Nabire melalui mitra untuk ekspor ke Surabaya.

Iji menjelaskan, Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire sudah menyiapkan lahan industri kopra di Kampung Werbak, Distrik Kimi (tapal batas antara Distrik Teluk Kimi dan Distrik Kimi –red). Dan Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire sudah menyiapkan gedung untuk pengolahan kopra, tinggal menambah fasilitas penunjang berupa gedung.

Sekalipun, pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Perindustrian sedang berjuang Nabire menuju ekspor kopra, Iji mengungkapkan, tantangan untuk mempercepat pengembangan perindustrian di daerah ini terkendala dengan tidak adanya rencana jangka menengah pengembangan kawasan industri sehingga kurang diperhatikan pemerintah dalam usaha pengembangan insdustri di daerah ini. Jika Nabire sudah punya rencana pengembangan kawasan perindustrian, kesulitan dana bisa diupayakan melalui rencana pengembangan industry ke pemerintah daerah dan pusat. 

Untuk mendukung industri kopra di Werbak, Iji meminta DPRD bersama pemerintah untuk menyiapkan armada angkutan kelapanya masyarakat dari Kampung Makimi, Samabusa dan Kalibobo yang selama ini didarati masyarakat kepulauan memasarkan potensi lokalnya ke Werbak. Karena, jika masyarakat berupaya sendiri mengangkut kelapa ke Werbak, butuh biaya tambahan untuk angkutan. Tetapi jika pemerintah menyiapkan sarana angkutan, masyarakat terbantu dengan pengeluaran sebagian biaya angkutan ke pabrik.

Kadis Perindustrian, Iji juga mengatakan pihaknya berencana membangun dermaga tambatan perahu masyarakat di Kampung Werbak. Untuk itu, Iji meminta dukungan Dewan dan pemerintah agar terwujud sehingga membantu masyarakat dekat ke pabrik dibanding melalui lokasi pendaratan perahu di tempat lain.

Wakil Ketua Komisi B, Musa Malisa bersama anggota Komisi B mengapresiasi upaya Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire yang tengah menyiapkan target Nabire ekspor kopra. Karena, Dinas Perindustrian ikut menyiapkan industri di Nabire dengan mengandalkan potensi sumber daya alam sehingga dengan pengembangan industry tersebut ikut memacu peningkatan ekonomi masyarakat di daerah ini.

Menurut Wakil Ketua Komisi B, Musa Malisa, dengan membukanya industri di Nabire, akan merekrut banyak tenaga kerja yang tidak terserap selama ini dan secara langsung ikut memberdayakan ekonomi masyarakat di daerah ini.

Musa Malisa dan anggota Komisi B meminta Dinas Perindustrian juga ikut menggali sumber-sumber pendapatan asli daerah (PAD) dan mengingatkan perlu koordinasi dan bersinergi bersama organisasi perangkat daerah teknis terkait di dalam melaksanakan kegiatan penguatan ekonomi di Kabupaten Nabire. (ans)