Nabire MAJU Akan Buka Akses Transportasi
NABIRE – Apabila, Pasangan Calon (Paslon) Bupati Mesak Magay dan Wakil Bupati, Ismail Jamaluddin dipilih dan terpilih sebagai Bupati d
NABIRE – Apabila, Pasangan Calon (Paslon) Bupati Mesak Magay dan Wakil Bupati, Ismail Jamaluddin dipilih dan terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nabire, lima tahun mndatang, akan membuka jalur transportasi darat, laut dan udara.
Hanya, pembatasan jumlah penumpang lewat laut ke Nabire akan dibatasi, hanya 50 orang dengan memperketat pengawasan keluar masuknya warna dari dan ke Nabire dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat.
Calon Bupati Nabire, Mesak Magay didampingi calon Wakil Bupati, Ismail Djamaluddin usai mendeklarasikan kesepakatan antara paslon dengan relawan Komunitas Otomotif Gass Poll Kabupaten Nabire, di kawasan pantai Kalibobo, Minggu (4/10) mengatakan jalur transporatsi di Nabire dipetakan melalui tiga jalur yakni lewat Jayapura, Biak-Serui dan Wondama-Manokwari.
Sehingga setiap penduduk yang keluar masuk ke daerah ini perlu dilakukan pengawasan secara ketat dengan melaksanakan rapid tes dengan melibatkan semua pihak, baik itu instansi pemerintah, tim medis, Satgas Covid -19, TNI/Polri, LSM dan semua stakeholder yang ada di daerah ini.
Dengan demikian, untuk mengefektifkan pengawasan penumpang turun naik lewat laut, akan dilakukan dengan pembatasan penumpang yang akan turun di Nabire, hanya 50 orang.
“Kalau saya jadi Bupati, nanti saya akan beritahu kepada PT Pelni dan Pelabuhan Nabire, penumpang turun di Nabire cukup hanya 50 orang,” kata Mesak.
Dan untuk pengawasan setiap penumpang dari dan ke Nabire, selain melibatkan tim medis, akan melibatkan semua instansi yang terkait, termasuk aparat TNI/Polri dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di daerah ini.
Penanganan Corona Virus Disease (Covid) -19 di daerah ini, Mesi panggilannya ini mengatakan, jika terpilih sebagai Bupati akan mengikuti kebijakan pola penanganan dan pencegahan yang akan dikeluarkan oleh pemerintah di pusat, provinsi dengan menyesuaikan kondisi di daerah.
Karena kita tidak tahu, kapan Covid -19 ini akan berakhir, pemerintah pusatpun tidak tahu, apalagi di daerah seperti Nabire sehingga pemerintah akan membuat pola penanganan dan pencegahan secara nasional untuk diterapkan di seluruh Indonesia.
Oleh sebab itu, pemerintah pusat akan menyusun pola penanganan dan pencegahan Covid -19 secara nasional, sehingga jika Mesak-Ismail terpilih sebagai Pasangan Calon Nabire MAJU jika terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nabire akan mengikuti pola dan kebijakan umum penanganan dan pencegahan Covid -19 dari pemerintah pusat dan daerah.
Karena, Paslon nomor urut 2 ini mengatakan, kita semua tidak tahu, kapan corona akan berakhir sehingga penanganan dan pencegahan di daerah akan mengacu pada pola penanganan dan pencegahan yang akan ditetapkan pemerintah, termasuk alokasi anggaran.
Mesak mencontoh, pandemi corona ini mulai muncul Maret lalu.
Ketika corono mulai pandemi di Indonesia, pemerintah pusat mereposisi anggaran dari pusat hingga daerah.
Pemerintah pusat juga mengeluarkan kebijakan dan pola penanganan corona secara nasional.
Dan sampai sekarang corona masih pandemi sehingga belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.
Sampai sekarang, pandemi corona yang mendunia ini, belum ada yang berani menentukan kapan akan berakhir sehingga kita tetap masih pandemi corona dan tidak tahu kapan corona akan berakhir.
Ketika menyinggung tentang dana penanggulangan Covid -19 di daerah ini, Calon Bupati dari Koalisi Nabire Hebat ini mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nabire kini sudah Rp 1,300 trilyun sehingga akan memploting dana yang cukup untuk penanganan Corona di daerah ini disesuaikan dengan pola penanganan Covid -19 dari pemerintah pusat.
Apalagi, sebelum Covid -19 saja, sektor pendidikan dan kesehatan mendapat prosentase anggaran yang besar yakni 30% dan 20% sesuai petunjuk pembagian alokasi dana setiap tahun anggaran.
Untuk menghidupkan ekonomi masyarakat di daerah ini di tengah pandemi Corona, Mesi akan menghentikan masuknya daging ayam potong dan menggantinya dengan ayam potong dari Nabire.
Masuknya daging ayam dai luar dihentikan dan mengajak masyarakat di daerah ini untuk beternak ayam potong.
Sebab dengan adanya beternak ayam potong di Nabire, akan ada petani lain menanam jagung sebagai pakan ayam.
Dengan demikian, semakin banyak warga kita, petani, akan meningkat ekonominya. “Saya akan perintahkan supaya kita piara ayam, ayam potong.
Kalau demikian, ada peternak ayam di Nabire sehingga ada petani-petani kita akan tanam jagung untuk makanan ayam, sehingga dengan sendiri ekonomi rakyat kita akan bertumbuh,” tuturnya.
Ketika menyinggung pelaksanaan pendidikan di tengah corona, pasangan Nabire MAJU ini menilai belajar online tidak cocok bagi daerah ini.
Karena, banyak akan tidak belajar melalui online tetapi justru sarana yang ada dipakai untuk kebutuhan lain.
Sistim belajar online tidak cocok diterapkan di daerah ini. Karena ini hanya menyulitkan orang tua dan sulit mengukur kemampuan anak dibanding belajar dengan tatap buka.
Oleh sebab itu, Nabire MAJU mengatakan jika terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati akan mengembalikan kepada sistim belajar tatap muka dengan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat.
Belajar tatap muka di kelas dengan membagi waktu pertemuan, dua gelombang sehari (gelombang pagi dan siang) dengan membatasi jumlah peserta didik dan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat di sekolah. (ans/cad)
Bagikan artikel ini


