NABIRE - Bertempat di lapangan Apel Mapolres Nabire, Jumat (8/5) pukul 16.00 Wit, Plh. Bupati Kabupaten Nabire, Drs. Johny Pasande, secara resmi membuka pameran dan lomba batu akik lokal Nabire tahun 2015. Dimana, Nabire merupakan kota yang pertama kalinya di Provinsi Papua yang menyelenggarakan pameran dan lomba batu akik Lokal Nabire. Turut hadir dalam acara pembukaan pameran dan lomba batu akik lokal Nabire, Kapolres Nabire, AKBP. H.R. Situmeang, S.Ik., MH, Dandim 1705/Paniai, Letkol ARH. Yulian Iskandar, S.IP, Kajari Nabire T. Banjar Nahor, SH, Dandenzipur 12/OHH Nabire, serta para dewan juri berlisensi asal Yogyakarta, Aris dan Anang serta 3 dewan juri lokal Nabire.  Dalam sambutannya, Plh Bupati Nabire sekaligus mewakili pemerintah dan masyarakat Kabupaten Nabire, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara pameran dan lomba batu akik Lokal Nabire, terutama kepada Kapolres Nabire selaku pencetus dan pemrakarsa (penggagas) kontes batu akik lokal Nabire. Kata Pasande, Kapolres Nabire Situmeang mampu melihat kegemaran masyarakat Nabire, tentang batu akik dan mampu mewadahinya, sehingga lewat pameran dan kontes batu akik lokal Nabire, masyarakat Nabire lebih mengenal tentang batu akik lokal Nabire dan juga lewat pameran batu akik tersebut, para warga masyarakat Nabire, khususnya pecinta batu akik dapat memiliki dan membeli batu akik sesuai selera warga masyarakat. Selain itu, dengan digelarnya pameran dan kontes baru akik lokal Nabire tersebut, dapat mengangkat potensi sumber daya alam yang berada di Kabupaten Nabire dan diharapkan lewat pameran dan kontes batu akik lokal Nabire ini akan mengangkat nama baik kabupaten dan akan mendapatkan sebuah prestasi seni lewat kontes batu akik, yang nantinya akan dikonteskan lewat iven-iven terbesar, baik tingkat nasional maupun mancanegara. “Mari kita sama-sama sukseskan pameran ini, dan kita berharap batu akik Nabire bisa dikenal bukan hanya di Nabire saja, tetapi di seluruh pelosok negari dan saya mohon jangan ada pengusaha batu akik yang nakal, seperti yang terjadi di beberapa daerah di luar Papua, dimana mereka telah membuat batu akik palsu. Mari kita jaga citra Nabire ini dan jual dan olah yang asli, sehingga kepercayaan masyarakat luar tentang potensi sumber daya lama, khususnya batu akik Nabire bisa dipercaya,” pungkasnya. Sementara itu, panitia penyelenggara pameran dan kontes batu akik lokal Nabire, saat membacakan laporan panitia, yang dibacakan oleh wakil ketua panitia, Kompol. Albertus Andreana, S.Ik mengatakan, pameran dan kontes baru akik lokal Nabire akan berlangsung selama 3 hari dan akan berakhir pada Minggu 10 Mei mendatang.Katanya, antusias para peserta lomba batu akik lokal Nabire cukup tinggi, terbukti para peserta yang mengikuti lomba batu akik lokal Nabire ini berjumlah 68 peserta dan untuk jumlah stand yang ikut ambil bagian dalam pameren dan kontes batu akik lokal Nabire berjumlah 52 stand. Tak lupa atas nama panitia penyelenggara, Albertus, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nabire, para donatur, serta para panitia yang telah memberikan dukungan, baik secara moril maupun materil, dengan harapan pameran dan kontes batu akik lokal Nabire dapat berjalan aman, lancar dan sukses. (cad)