NABIRE - Luar biasa, walaupun dengan segala keterbatasan Kabupaten Nabire yang mengikutsertakan kafilah-kafilahnya menorehkan prestasi diajang Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-28 tahun 2020 tingkat Provinsi Papua, yang ditutup Jumat sore kemarin di Jayapura. Kabupaten Nabire yang mengikuti 10 cabang lomba MTQ XXVIII tingkat Provinsi Papua berhasil menyabet juara umum kedua, setelah tuan rumah Kota Jayapura.

Namun demikian, satu kebanggaan dari atau Kabupaten Nabire sendiri, yakni salah satu kabupaten yang diperhitungkan dalam bidang keagamaan ini, bahkan beberapa kalifah Nabire dapat mewakili Papua pada ajang MTQ tingkat Nasional di Padang Provinsi Sumatera Barat yang direncanakan bulan November 2020 mendatang.

Ketua Kafilah/ Rombongan Kabupaten Nabire H. Abdul Rahman, SE, kepada awak media ini mengatakan mewakili pihak LPTQ Nabire memberi apresiasi kepada semua pihak atas dukungan selama ini yang diberikan dan bangga terhadap para kalifah yang telah berbuat yang terbaik hingga menjadi juara. Haji Asok sapaan akrabnya menambahkan, kalau mau jujur sebenarnya Nabire lewat kafilah-kafilahnya sudah menuju yang terbaik dan semestinya dapat menjadi juara umum. Namun karena beberapa alasan dan faktor tuan rumah, maka Nabire hanya jadi juara umum kedua.

Ada 2 cabang lomba yang semestinya utusan Nabire menjadi juara 1 malah jadi juara 2, yakni Hifdzil 1 juz putra/putri dan Hifdzil 5 juz putra (virtual) dan paling juga disayangkan terkait dewan juri yang tidak ada dari luar atau perwakilan kabupaten lainnya.

"Walau demikian kita sangat bersyukur karena Alhamdulilah kafilah-kafilah Nabire diperhitungkan dengan kabupaten lain termasuk tuan rumah kota Jayapura dan beberapa kafilah Nabire dapat mewakili Papua pada MTQ tingkat nasional nantinya," pungkasnya.(wan)