Nabire Itu Aman dan Damai
NABIRE – Di Nabire itu aman dan ada kedamaian dengan adanya kerukunan dan kebersamaan di antara warga yang berasal dari berbagai suku, agama dan etnis dari seluruh nusantara yang bermukim di daerah ini. Oleh karena itu, jaga dan pertahankan keamanan, kebersamaan, toleransi
Bagikan
NABIRE – Di Nabire itu aman dan ada kedamaian dengan adanya kerukunan dan kebersamaan di antara warga yang berasal dari berbagai suku, agama dan etnis dari seluruh nusantara yang bermukim di daerah ini. Oleh karena itu, jaga dan pertahankan keamanan, kebersamaan, toleransi dan kedamaian yang terjalin selama ini.
Berkat adanya keamanan, dan kedamaian diantara warga itu pula telah menyatakannya adanya kerjasama antara agama dan etnis di Kota Nabire dengan telah berdirinya sebuah pohon natal tertinggi yang terletak di pusat kota, di titik 0,0. Adanya pohon Natal di pusat kota ini telah memperlihatkan kepada warga bahwa di Nabire itu ada aman dan kedamaian.Oleh sebab itu, warga kota di Nabire diminta agar terus menjaga kebersamaan, toleransi, kerjasama dan kedamaian diantara warga yang terbina selama ini. Dan sampaikan kepada warga lain diluar Nabire bahwa di Nabire itu aman dan penuh kedamaian.Himbauan tersebut disampaikan Bupati Nabire, Isaias Douw sebelum nyalakan lampu Natal tertinggi di Kawasan Timur Indonesia (KTI), setinggi 22 meter di titik 0,0, Tugu Tinggal Landas, depan Kantor Bupati Nabire, pada pukul 00.00 WIT, Rabu (30/11) malam. Sebelumnya, didahului dengan doa dari lintas agama di Kabupaten Nabire masing-masing perwakilan dari agama Kristen, Islam, Hindu dan Budha. Penyalaan lampu Natal diwarnai dengan pelepasan kembang api.Bupati Isaias memuji kerjasama dan tolerasi umat beragama yang tergabung dalam komunitas pemuda di Kota Nabire dibawah koordinasi Bihewa Fans Club (BFC) yang menata Tugu Tinggal Landas sebagai pohon Natal tertinggi di KTI tanpa meminta bantuan kepada pemerintah. Sebab, kata Bupati Isaias, komunitas pemuda di daerah telah membuktikan kepada masyarakat bahwa di Nabire tidak ada perbedaan, yang ada hanya aman, toleransi, kerjasama, dan kedamaian diantara semua suku, bahasa, etnis dan daerah. Karena di dalam komunitas pemuda berhimpunnya kaum muda dari berbagai suku, etnis dan daerah dari seluruh nusantara. Oleh sebab itu, putera Pudu ini mengajak masyarakat di daerah ini senantiasa menjalin toleransi diantara umat beragama, ikut menciptakan rasa kedamaian dan aman di tengah kehidupan masyarakat. Apalagi, bulan Desember ini merupakan bulan penuh rahmat, dimana umat Kristiani akan merayakan Natal dan memasuki puncak pergantian tahun dan memasuki tahun baru. Kita patut bersyukur bahwa, memasuki bulan perayaan Natal ini telah terbukti adanya toleransi antara umat beragama dengan hadirnya pohon Natal tertinggi di KTI dan termegah di Kota Nabire ini, sebagian tenaga dipersembahkan oleh muda-mudi non Kristen, terutama kaum muslim di Kota Nabire.Ketua Panitia Natal Komunitas Pemuda se Kota Nabire, Udin Mardin sebelum pohon Natal termegah di Nabire ini dinyalakan, mengatakan dengan melihat pohon Natal di tengah kota, terutama warga yang melintas di Jalan Merdeka dan Jalan Pepera, orang akan menyadari bahwa ada kedamaian. Begitu melihat pohon Natal, rasa kedamaian yang muncul sendirinya di dalam hati setiap orang sehingga secara tidak langsung mengajak warga di daerah ini untuk merasakan adanya kedamaian.*Dikerjakan Secara SwadayaKetika ditanya soal sumber dana, pemerkarsa Pohon Natal termegah di Nabire ini mengatakan dananya dari swadaya masyarakat. Biaya yang dikeluarkan untuk sebuah pohon Natal di titik 0,0 Nabire menelan sekitar Rp25 juta.Ketua Panitia, Udin Mardin menyampaikan apresiasi secara khusus kepada Ny Yufinia Douw/Mote karena selain dua kali meninjau komunitas pemuda saat menyiapkan pohon Natal juga memberikan bantuan material untuk kebutuhan dekorasi yang dibutuhkan.Komunitas pemuda dari lintas agama se kota Nabire ini mendapat simpati dari Bupati Nabire, Isaias Douw, Kapolres Nabire AKBP Semmy Ronny Thaba. Komandan Kodim 1705/Paniai Letkol Inf Jerry Simatupang dan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Nabire, Yosef Yembise. Selain komunitas pemuda, merakit pohon Natal dan menata Taman Tugu Tinggal Landas juga bersama 10 tenaga warga binaan Lapas Nabire dan beberapa tenaga tambahan warga binaan saat penataan taman. (ans/iing)
Bagikan artikel ini



