Nabire Hebat Tidak Melakukan Kekerasan
NABIRE - Koalisi Nabire Hebat mengatakan pihaknya tidak melakukan kekerasan kepada pendukung pasangan calon (Paslon) lain, termasuk dalam pe
NABIRE - Koalisi Nabire Hebat mengatakan pihaknya tidak melakukan kekerasan kepada pendukung pasangan calon (Paslon) lain, termasuk dalam peristiwa pembongkaran tenda-tenda darurat pos kemenangan pasangan calon tertentu.
Karena, pasangan calon Bupati Mesak Magay dan calon Wakil Bupati Ismail Djamaluddin bersama tim Koalisi Nabire Hebat melaksanakan kampanye dan mengikuti seluruh tahapan Pemilihan Bupati Kabupaten Nabire sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang terkait dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pilkada Serentak.
Ketua Tim Koalisi Nabire Hebat, Hengky Kegou di Sekretariat Tim Kemenangan Paslon Mesak Magay-Ismail Djamaluddin (MAJU), Rabu (25/11) mengatakan, pihaknya tidak melakukan kekerasan saat pembongkaran posko darurat kemenangan Paslon tertentu.
Bahkan, calon bupati Mesak Magay ikut membantu warga di pos darurat Paslon tertentu.
Hengky mengulang penjelasan Komisioner Bawaslu, Adriana Sahempa saat menerima Koalisi Nabire Hebat, sepekan lalu di Bawaslu Nabire mengaku, pernah mendatangi Posko darurat kemenangan di Kalibobo, putaran kedua.
Pada saat itu, Komisioner Bawaslu Adriana menanyakan KTP dari warga di posko darurat ternyata tidak ber KTP Nabire.
Saat itu, warga di posko darurat meminta waktu 30 menit untuk mengambil KTP namun waktu yang dijanjikan malah tidak menunjukkan identitas diri berupa KTP.
Bahkan, saat itu, Komisioner Bawaslu Adriana malah diusir pulang.
Ketua Tim Koalisi Nabire Hebat, Hengky Kegou menegaskan pihaknya tidak melakukan kekerasan dan penanganan posko-posko darurat sepenuhnya wewenang Bawaslu sebagai pengawas pelaksanaan seluruh tahapan Pilkada Serentak 2020.
Hengky menyebut, jangankan melakukan kekerasan, paslon lain membuka posko di depan jalan masuk Calon Bupati Mesak Magay juga tidak dibongkar dan diganggu.
Dua pasangan calon lain, paslon nomor urut 1 dan nomor urutan 3 juga pernah memasang baliho di depan jalan masuk Calon Bupati nomor urut 2, Mesak Magay juga tidak diganggu.
Selain baliho dan posko darurat di depan pintu masuk calon bupati, Mesak Magay, Paslon nomor urut 2, Mesak Magay-Ismail Djamaluddn bersama koalisi Nabire Hebat juga tidak mempersoalkan dan protes, sekalipun sebagian baliho dari pasangan calon nomor urut 2 dirusak dan dijatuhkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Sebagian baliho dari pasangan calon nomor urut 2 dirusak dan dijatuhkan, tetapi itupun kami tidak persoalkan, apalagi melakukan kekerasan,” jelasnya.
Hengky menegaskan ia menambahkan tidak benar kalau ada penilaian dan komentar segelintir warga kalau dikatakan pasangan nomor urut 2 melakukan kekerasan.
Karena, Paslon nomor urut 2 bersama tim koalisi tidak melakukan kekerasan tetapi jalan berdasarkan peraturan dan ketentuan yang mengatur tentang pelaksanaan tahapan Pilkada, termasuk larangan.
Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh stakeholder di daerah ini hendaknya menjaga keutuhan bersama dan menjalankan tugasnya masing-masing sesuai dengan amanat masing-masing demi terselenggaranya Pilkada Nabire yang aman, bersih, jujur dan adil seperti yang kita harapkan bersama.(ans)
Bagikan artikel ini



