Nabire Gencarkan Program Token untuk Berantas Malaria

NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire mengadakan pertemuan advokasi tingkat tinggi atau high-level dalam rangka pelaksanaan program Temuan Obat dan Kendalikan Vektor Malaria (Token). Acara ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk menekan angka kasus malaria yang kembali meningkat di wilayah ini.
Pertemuan yang berlangsung di aula Bappeda pada Selasa (16/09/2025), ini dibuka secara resmi Plt Sekda Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd., mewakili Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si.
Pertemuan advokasi ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk perwakilan UNICEF, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten serta kepala-kepala distrik dan kampung. Namun, Plt Sekda menyayangkan kehadiran kepala distrik dan kepala kampung.
Program Token ini dilandasi oleh kepedulian bersama dari berbagai pihak, termasuk UNICEF dan dinas kesehatan, untuk menanggulangi penyakit malaria di Nabire.
Yulianus Pasang menegaskan bahwa upaya ini tidak bisa berhasil tanpa dukungan dari semua pihak. "Tidak bisa hanya pemerintah daerah, semoga ke depan apapun yang dilakukan, kita bisa memberikan dukungan," ucapnya.
Menurut Plt Sekda, penyakit malaria telah banyak memakan korban jiwa dan menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi masyarakat. "Tidak sedikit biaya yang digunakan masyarakat untuk mengobati malaria," ungkapnya, seraya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam program ini.

Data menunjukkan bahwa kasus malaria di Nabire sempat menurun pada tahun 2023, namun kembali meningkat pada tahun 2024. Peningkatan ini diduga terkait dengan posisi Nabire sebagai tempat singgah bagi masyarakat dari berbagai kabupaten bahkan provinsi lain. Kondisi ini membuat penanganan malaria menjadi lebih kompleks dan memerlukan strategi yang komprehensif.
Dengan adanya program Token ini, diharapkan semua pihak dapat bekerja sama lebih erat untuk menekan angka kasus malaria secara berkelanjutan. Kerja sama dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, lembaga swadaya Masyarakat dan warga itu sendiri, sangat diperlukan untuk mencapai target ‘bebas malaria’ di Kabupaten Nabire. (sam)
Bagikan artikel ini



