NABIRE - Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-45 di Kabupaten Nabire pada Kamis, (16/10/2025), menjadi momentum penegasan komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan. Acara yang dilaksanakan di lapangan Kodim 1705/Nabire ini menyoroti pentingnya kolaborasi untuk mengatasi tantangan pangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, S.P., M.Si, dalam sambutannya menyatakan tujuan utama peringatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat akan pentingnya pangan sebagai kebutuhan pokok manusia.

Sawo juga menekankan bahwa tema HPS tahun 2025 adalah bergandengan tangan untuk pangan yang lebih baik dan masa depan yang lebih baik. Tema ini sejalan dengan upaya kolektif yang telah dan akan terus dilakukan di Nabire.

Dalam laporannya, Sawo memaparkan serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan menjelang acara puncak. Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi bantuan pangan beras kepada kelompok penerima bantuan seperti siswa, mahasiswa dan panti asuhan.

Dalam acara seremonial, Dinas Ketahanan Pangan juga menyerahkan bantuan dana hibah kepada lembaga pengembangan masyarakat, yakni kelompok Nafaro, yang merupakan pengelola Lumbung Pangan Sagu tingkat kabupaten.

Perhatian khusus diberikan kepada lumbung pangan ini, terutama setelah lokasinya di Kampung Makimi ditetapkan sebagai Kampung Sagu oleh Penjabat Gubernur Provinsi Papua Tengah, Ribka Haluk, pada peringatan HPS tahun 2023. Hal ini menjadikan lumbung pangan sagu tersebut sebagai fokus utama ketahanan pangan lokal di Nabire.

Sawo menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergandengan tangan dengan Dinas Ketahanan Pangan. Pihak-pihak tersebut mencakup pelaku lapangan seperti kelompok tani dan kelompok pengolah hasil pangan (UMKM), serta para mitra distributor yang aktif berpartisipasi dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk stabilisasi harga.

Sementara itu, Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawennari, mewakili Bupati Mesak Magai, S.Sos., M.Si., membacakan sambutan menegaskan kembali pentingnya HPS. Peringatan ke-45 ini didasarkan pada resolusi ‘Organisasi Pangan dan Pertanian Sedunia (FAO) di Roma-Italia’.

Wakil bupati menjelaskan bahwa meskipun komunitas global telah berikrar untuk menghilangkan kelaparan dan kekurangan gizi dalam satu dekade, masalah ini masih belum terwujud karena ketidakseimbangan antara ketersediaan, distribusi, daya beli dan pertumbuhan penduduk.

Oleh karena itu, ia berharap peringatan tahunan ini dapat terus meningkatkan kesadaran dan perhatian terhadap masalah pangan. Mengingat Indonesia, khususnya Nabire, masih harus mengimpor kebutuhan pangan dari daerah lain, penting untuk segera memajukan kemandirian pangan lokal.

"Tema 'Bergandengan tangan untuk pangan yang lebih baik dan masa depan yang lebih baik' menekankan kolaborasi lintas sektor dan tingkat global untuk mencapai keamanan dan berkelanjutan pangan," tutup Wakil Bupati, menyerukan aksi kolektif untuk masa depan pangan yang lebih terjamin.(sam)