NABIRE – Dalam upaya menangani Covid-19, Pemkab Nabire belum menyiapkan tempat khusus seperti guest house atau hotel yang diperuntukkan bagi warga yang dikarantina. Tempat khusus untuk karantina ini dalam rangka mempermudah melakukan monitoring. “Memang himbauan untuk karantina mandiri itu sudah dilakukan, tapi jangan sampai masih ada yang berkeliaran. Dengan adanya tempat khusus seperti guest house atau hotel yang dibayar oleh Pemda Nabire, akan mempermudah untuk melakukan monitoring” kata John Kambu kepada media ini, kemarin. Seperti misalnya kembalinya warga Nabire dari Manokwari melalui jalan darat. Warga ini perlu dikarantina selama 14 hari, dan pelaksanaan karantinanya harus disiplin.  Pada kesempatan itu, John Kambu juga menyarankan dilakukannya sosialisasi lebih masif lagi hingga ke luar kota. Karena menurut pengamatan dirinya, saat berkunjung ke Yaro Pantai dirinya mendapati masyarakat yang masih bingung terkait virus corona.  “Di luar kota banyak warga yang tidak tahu Bahasa Indonesia dengan baik, sehingga diharapkan dilakukan sosialisasi hingga ke daerah luar kota dengan menggunakan Bahasa daerah masing-masing. Kita di wilayah kota juga was-was karena di Nabire sepertinya banyak masyarkat yang masih aktifitas seperti biasa,” ujarnya. (ros)