Nabire Bersiap Menuju Kemandirian Ekonomi : Bappeda Gelar Musrenbangda 2026
NABIRE - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nabire menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) tahun 2026, Selasa (29/04/2025) di Aula RRI Nabire. Acara penting ini mengusung tema sentral "Optimalisasi Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat dan Kemandirian Ekonomi."

NABIRE - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nabire menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) tahun 2026, Selasa (29/04/2025) di Aula RRI Nabire. Acara penting ini mengusung tema sentral "Optimalisasi Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat dan Kemandirian Ekonomi."
Kepala Bappeda Kabupaten Nabire, Dr. H. Mukayat, S.Pd, M.Si, MSc, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan latar belakang dan urgensi Musrenbangda kali ini. Mukayat menyoroti adanya pemangkasan anggaran dari pusat yang justru menjadi pemicu semangat untuk mewujudkan kemandirian ekonomi Kabupaten Nabire.
"Dengan adanya pengurangan transfer dari pusat, kita dituntut lebih mandiri dalam membiayai pembangunan di Kabupaten Nabire," tegas Dr. Mukayat.
Kemandirian ini, lanjut dia, akan dicapai melalui kemampuan daerah dalam mengelola dan mengoptimalkan sumber daya lokal untuk membiayai pembangunan secara mandiri.
Lebih lanjut Dr. Mukayat menjelaskan, Bappeda memiliki peran krusial sebagai koordinator perencanaan seluruh aspek pembangunan di Kabupaten Nabire. Musrenbangda ini menjadi momentum penting dalam siklus perencanaan pembangunan daerah.

Mengulas capaian pembangunan di bawah kepemimpinan Bupati Nabire hingga tahun 2025, Dr. Mukayat memaparkan sejumlah kinerja gemilang periode 2022-2024. Beberapa diantaranya, Piagam Penghargaan dari Kepala Kepolisian Daerah Papua tahun 2022, serta penghargaan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia atas keberhasilan melaksanakan program chanel percepatan pemulihan daerah tertinggal periode 2020-2024. Selain itu, masih banyak lagi apresiasi dan penghargaan yang telah diraih Kabupaten Nabire.
Kendati demikian, Dr. Mukayat menekankan penghargaan bukanlah tujuan utama. "Output untuk kesejahteraan masyarakat adalah prioritas utama, penghargaan itu adalah nomor dua," ujarnya dengan penuh semangat.
Fokus utama Musrenbangda kali ini adalah penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026. Dr. Mukayat menjelaskan bahwa proses penyusunan RKPD ini membutuhkan waktu yang cukup panjang dan sistematis.
"Penyusunan RKPD 2026 ini tidaklah instan, melainkan membutuhkan waktu hampir dua tahun," ungkapnya. Proses tersebut meliputi lima tahapan krusial, dimulai dari persiapan yang telah dilaksanakan sejak Desember 2024.
Tahapan selanjutnya adalah penyusunan rancangan awal, diikuti dengan penyusunan rancangan yang dijadwalkan pada bulan Maret-April. Setelah rancangan selesai, Musrenbangda menjadi forum penting untuk membahas dan menyepakati prioritas pembangunan.
Pasca-Musrenbangda, akan dilakukan perumusan rancangan akhir RKPD. Tahap selanjutnya adalah konsultasi dan evaluasi ke Bapperida Provinsi Papua Tengah sebelum akhirnya ditetapkan sebagai RKPD Tahun 2026.
Dr. Mukayat juga menjelaskan bahwa RKPD disusun berdasarkan masukan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui Rencana Kerja (Renja) masing-masing. Hal ini menunjukkan pendekatan partisipatif dalam perencanaan pembangunan.
Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah, Elieser Yogi, S.STP, M.Si, turut hadir dan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Nabire atas kinerja-kinerja positif yang telah diraih. Beliau mengakui bahwa berbagai penghargaan dan kinerja baik yang ditunjukkan Nabire dapat menjadi contoh inspiratif bagi kabupaten-kabupaten lain di Provinsi Papua Tengah.
"Musrenbang RKPD merupakan forum yang sangat penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah," ujar Elieser Yogi. Beliau menekankan bahwa forum ini menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan prioritas program pembangunan di tingkat Kabupaten Nabire, khususnya untuk tahun anggaran 2026.
Ketua DPRK Kabupaten Nabire, Nancy Karolin Worabay, S.Sos, M.Ip, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dokumen RKPD merupakan kerangka dan dasar yang kuat untuk mengarahkan kebijakan pembangunan Kabupaten Nabire ke depan.
"Harapan besar dari lembaga legislatif DPRK Nabire agar Musrenbang RKPD ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," tutur Nancy Karolin Worabay. Beliau berharap agar hasil musyawarah ini benar-benar mengakomodasi kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Bupati Kabupaten Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si, secara resmi membuka kegiatan Musrenbangda ini. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan visi dan misi pembangunan Kabupaten Nabire yang tertuang dalam lima program prioritas.
Kelima program prioritas tersebut meliputi peningkatan sumber daya manusia melalui pendidikan, peningkatan pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, peningkatan infrastruktur, serta jaminan keamanan bagi seluruh warga masyarakat Kabupaten Nabire.

Dengan digelarnya Musrenbangda ini, diharapkan Kabupaten Nabire dapat merumuskan rencana pembangunan yang komprehensif dan realistis, sehingga mampu mengoptimalkan potensi daerah dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta kemandirian ekonomi di masa depan.(sam)
Bagikan artikel ini



