Nabire, 6 Besar se KTI Lapor Proposal Kube ke Jakarta
NABIRE – Kabupaten Nabire tercatat dalam nominasi 6 besar se Kawasan Timur Indonesia (KTI) sebagai kabupaten tercepat melaporkan propo
Bagikan
NABIRE – Kabupaten Nabire tercatat dalam nominasi 6 besar se Kawasan Timur Indonesia (KTI) sebagai kabupaten tercepat melaporkan proposal Kelompok Usaha Bersama (Kube) kepada Dirjen Pembinaan Fakir Miskin Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI). Kabupaten Nabire juga tercatat sebagai kabupaten pertama tercepat dari tanah Papua, Provinsi Papua dan Papua Barat untuk menyampaikan laporan penyelesaian proposal Kube ke Kemensos melalui Dirjen Fakir Miskin. Dinas Sosial Kabupaten Nabire masuk 6 besar dari 60 kabupaten/kota se KTI yang ditunjuk sebagai peserta program bantuan sosial berupa bantuan Kube lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) Kemensos RI tahun anggaran 2020. Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Nabire, Ishak, SE kepada media ini di ruang kerjanya, Rabu (16/10) mengatakan sesuai data dari Dirjen Pembinaan Fakir Miskin Kemensos RI, Kabupaten Nabire tercatat pada dominasi 6 besar se wilayah III Dirjen Fakir Miskin dari seluruh kabupaten/kota penerima Bansos Kube tahun 2020. Di wilayah III Dirjen Fakir Miskin, dari 175 kabupaten/kota, penerima alokasi Bansos Kube hanya 60 kabupaten/kota. Kadinsos menambahkan, tercatatnya Nabire pada 6 besar pelaporan bantuan Kube, kita mampu mengalahkan Kabupaten Jayapura dan Biak Numfor di Provinsi Papua. Bahkan, dua kabupaten ini, hingga 16 Oktober, belum ada laporan proposal yang masuk ke Dirjen Fakir Miskin. Ishak mengungkap, laporan proposal yang dikirim dari Nabire, yakni dua Kampung dari Distrik Teluk Kimi dan dua kelurahan dari Distrik Nabire, Dinas Sosial Kabupaten Nabire telah mengirim proposal untuk bantuan Kube 60, bantuan rumah tak layak huni (RTLH) sebanyak 100 dan perbaikan 1 unit sarana lingkungan (Sarling). Satu proposal Sarling tersebut dari Kelurahan Sanoba. Kadinsos Ishak mengatakan, Dirjen Fakir Miskin memberikan batas akhir masuknya proposal dari seluruh Indonesia hingga 21 Oktober mendatang. Jika hingga batas waktu yang ditentukan, ada kabupaten/kota yang tidak lengkap memasukan data proposal ke Dirjen Fakir Miskin Kemesos, 21 Oktober mendatang, kata Ishak, sesuai surat pemberitahuan tertanggal 8 Oktober lalu, bantuan untuk daerah yang tidak memasukan datanya akan dialihkan kepada daerah terdekat yang sudah memasukkan datanya lebih awal. Oleh sebab itu, Ishak menambahkan, sedang menanti masuk tidaknya proposal dari Kabupaten Biak dan Kabupaten Jayapura. Apabila, ada daerah yang tidak memasuk proposal hingga batas waktu yang ditentukan, Nabire siap menerima pengalihan bantuan sosial dari Dirjen Fakir Miskin. Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, Kepala Dinas Sosial mengatakan staf sementara dipersiapkan untuk pengalihan jatah bantuan sosial dari kabupaten lain terlambat memasukan data proposal. Sementara ini sedang menyiapkan data-datanya secara manual dengan harapan akan mendapat hibah Kube dari kabupaten lain yang tidak menyelesaikan pengajuan proposal sesuai batas waktu akhir. “Apakah nanti ada penambahan distrik atau tetap di dua distrik yang sudah ditunjuk, tidak tahu. Yang jelas Nabire sementara ini siap untuk menerima pelimpahan bantuan sosial dari daerah lain yang tidak melaporkan data ke Kementerian,” tuturnya.(ans)
Bagikan artikel ini



