NABIRE – Hingga awal tahun pelajaran 2024/2025 ini, jumlah murid SD YPBI Siloam Samabusa berjumlah 348 murid, sementara ketersediaan ruang rombongan belajar (Rombel) hanya 8 kelas yang tersedia.

Sehingga dengan jumlah murid yang melebihi jumlah Rombel, pihak sekolah SD YPBI Siloam terpaksa harus meminjam tiga ruangan kelas milik SMA YPBI Sion demi mensukseskan kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi semua peserta didik.

Peminjaman ruang kelas milik SMA YPBI Sion sudah dilakukan semenjak awal tahun pelajaran 2021/2022 lalu, karena jumlah murid dari kelas satu hingga kelas VI harus dijadikan kelas pararel atau A dan B.

Dikatakan Kepala SD YPBI Siloam Samabusa, Hojoi Saroy, S.Pd, kepada Papuapos Nabire, Sabtu (28/9/24), solusi peminjaman ruang kelas milik SMA YPBI Sion dikira merupakan solusi, tetapi faktanya jumlah murid terus bertambah diawal tahun pelajaran.

Untuk itu, diharapkan kepada pemerintah daerah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pendidikan Nabire agar jangan hanya menerima laporan Dapodik saja, tetapi turun lapangan (Turlap) guna melihat dari dekat kondisi fisik dari bangunan semua sekolah.

Karena selalu kepala sekolah berkeyakinan, bahwa kondisi kerusakan bangunan semua sekolah tentunya tidak sama dan jangan pemerintah hanya melihat sekolah negeri saja untuk direhap atau diberikan bantuan bangunan baru.

Tetapi kita harus ingat bersama, sekolah negeri atau swasta sama-sama mempunyai tugas untuk mencerdaskan anak-anak bangsa yang ada di daerah ini agar kelak menjadi tunas harapan bangsa bagi Tuhan, negara, masyarakat dan keluarga.

Untuk itu kedepan, dalam menjawab kebutuhan ruang kelas bagi SD YPBI Siloam Samabusa dibutuhkan tambahan pembangunan 4 ruangan kelas dan juga harus ada biaya rehap bagi seluruh bangunan kelas yang ada saat ini, sebab semua kelas yang ada saat ini rusak berat. (des)