NABIRE - Majelis Rakyat Papua (MRP) kelompok kerja keagamaan mensosialisasikan larangan Miras dan Narkoba. Sosialisasi ini digelar dalam rangka mensukseskan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Tanah Papua. Selain itu, sosialisasi digelar juga merupakan perwujudan visi MRP tentang penyelamatan tanah dan manusia asli Papua. Sosialisasi digelar Senin (21/6/21), di Kampus Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Nabire.

Sosialisasi diawali doa pembukaan dipimpin Ketua STAK Nabire, Doktor Yance Nawipa, sesuai firman Tuhan dalam Injil Lukas Pasal 4:16-17.

Anggota MRP Kelompok Kerja Keagamaan Wilayah Meepago, Fransiskus Tekege, mengatakan, ini pesan dari Almarhum Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, SE, MM. Dikatakan bahwa PON ini harus disukseskan.

“Itu beliau sendiri yang sampaikan pada saat kita pelantikan Ketua I di Gedung Negara Jayapura. MRP harus turun sosialisasikan PON ini juga merupakan even untuk menunjukan harga diri orang Papua. Sosialisasi oleh MRP itu lebih bagus ketimbang yang lain,” tuturnya.

Dituturkan, pihaknya ditugaskan untuk mensosialisasikan PON XX Papua. Dengan tujuan agar pelaksanaan PON XX Papua bisa terselenggara dengan sukses. 

Sementara itu, lanjut dia, anggota MRP lainnya juga tengah bertugas ke Jakarta dalam hal kelanjutan dari Otsus Papua.

Ketua STAK Nabire, Doktor Yance Nawipa dalam wawancaranya menjelaskan, Narkoba, Miras termasuk Togel dan lain-lain pihaknya menyambut baik dengan adanya sosialisasi ini. Kata dia, ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi penjelasan yang telah disampaikan MPR. Diantaranya, Undang-Yndang tentang Miras itu dipertegas dasar hukumnya jelas. Dan perlu ada evaluasi dari seluruh bidang kehidupan manusia baik kaitan dengan kesehatan, ganguan psikologis iman, ketika buat undang-undang perhitungkan semua factor sebab tidak merugikan faktor lain.

Berkaitan dengan PON XX Papua, kata dia, ini agenda negara melalui olahraga tetap dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kalender yang ditentukan oleh panitia dan kementerian. Kata dia, pihaknya akan mendoakan agar pelaksanaan PON XX Papua ini bisa berjalan sukses.

“Kami sebagai pelayan Tuhan tugas kami adalah hidup manusia itu penting karena semua hamba Tuhan itu ditujuk, diurapi ditetapkan oleh Tuhan itu menjaga dan memelihara domba-doma itu bahasa Alkitab menyelamatkan jiwa-jiwa atau manusia hingga gembalakan secara tubuh, jiwa dan roh pelihara dengan baik,” pungkasnya.

Turut hadir dalam sosialisasi Miras dan Narkoba diantaranya pimpinan hamba-hamba Tuhan baik itu dari agama jristen katolik dan kristen protestan yang diwakili seluruh denominasi gereja yang ada di Kabupaten Nabire. (modes)