DOGIYAI – Kepala Puskesmas (PKM) Timepa, Yanuarius Wakei, mengeluarkan klarifikasi resmi terkait kecelakaan tunggal mobil Pusling PKM Timepa yang terjadi di KM 139 Jalan Trans Nabire – Ilaga pada Sabtu malam, 15 November 2025, sekitar pukul 19.00 WIT.

Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya informasi tak berdasar di berbagai media sosial dan grup online yang menduga mobil Pusling tersebut digunakan untuk mengangkut penumpang umum.

Yanuarius Wakei menegaskan, bahwa penggunaan mobil Pusling tersebut adalah untuk kepentingan dinas, yakni mendukung proses Akreditasi Puskesmas Timepa.

"Mobil Pusling tersebut saya tidak jadikan mobil penumpang biasa. Kecelakaan yang terjadi di KM 139 adalah saat kami, Tim Akreditasi Puskesmas, sedang dalam perjalanan turun ke Nabire. Kami membawa data yang telah dirampungkan selama empat hari untuk keperluan penyusunan dokumen akreditasi," tegas Yanuarius Wakei.

Kepala Puskesmas Timepa berharap seluruh pihak, terutama masyarakat yang peduli kesehatan di Dogiyai, dapat lebih memahami dan tidak menyebarkan informasi yang tidak berdasarkan data dan fakta.

Kecelakaan terjadi saat Tim Akreditasi Puskesmas, yang baru selesai mengambil data dan visual foto dan video di Timepa, sedang dalam perjalanan menuju Nabire.

Yanuarius Wakel juga menceritakan kronologi singkat setibanya di KM 139 area longsoran, sopir memarkir mobil Pusling karena terjadi antrean mobil dan truk di depan. Tiba-tiba, mobil Pusling yang tengah diparkir meluncur ke belakang tak terkendali dan masuk jurang.

Di dalam mobil Pusling saat kejadian terdapat dua orang perawat/suster, satu orang dewasa, dan satu anak yang ikut menumpang bersama tim akreditasi.

Meskipun tidak ada korban jiwa, anak yang ikut menumpang mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke RSUD Nabire untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara itu, mobil Pusling dilaporkan mengalami kerusakan ringan di beberapa bagian.(you)