DOGIYAI - Misi penginjilan bagi agama kristen dan pewartaan bagi katolik, BPGS Kampung Atou, Distrik  Mapia Tengah, Stefanus  Pinibo, tiga hari dan tiga malam jalan kaki dari Bidau, Wotai hingga ke Digiyou.

Tiga kampung ini srase terakhir dari Paroki Moadio.

Calon imam pastor top dalam pendidikan Sekolah Tinggi Fisafar (STF)  Fajar Timur Abepura, Jayapura Papua ditugaskan pihak sekolah Paroki Timepa dan Modio Apogomakida Piyaiye sudah bisa melakukan pelayanan ibadah kepada warga.

Umat komunitas jemaat Allah terpencil dan terluar ini mesti dilayani.

Tugas kenabian penginjilan pewartaan Stef Pinibo.

Dengan alat seperlunya  tiga hari tiga malam bersama pastor Bunai beri pelayanan kepada umat Allah di daerah  pedesaan.

BPGS Atou Staf Pinibo bercerita, buat pondok darurat bila sudah sore atau malam.

Tebang pohon buat jembatan ketika hujan dan kali banjir.

Perjalanan tak peduli dingin, lintah darat, nyamuk sebelum tiba di tempat tujuan bersama pastor.

Komunitas Allah yang ada di tiga kampug ini, menurut Stef, pecahan warga Kampung Putapa Atou dan Modio.

Mereka menjadi warga perbatasan Kaimana-Dogiyai dan ada tiga perusahan kayu masuk di wilayah tersebut menjadi karyawan kebanyakan berpindah dari Timika dalam komidmen bagian selatan menjadi wilayah Deansiskan kristen dan katolik.

Stef bukan perbedaan agama, namun daerah ini milik proto Mee dan budaya leluhur Mee.

Tempat pertemuan berbagi cinta kasih antara warga Kameo Mee melalui rokok tembakau asli mee sekaligus tempat berburu.

Stef Pinibo menyampaikan terima kasih kepada astintrator keuskupan Timika dan Pastor Paroki Moanemani yang telah merencanakan dan membuat peta wilayah, selanjutnya pemerintah Dogiyai dan DPRD Dogiyai berupaya dibuatkan peraturan daerah (Perda).

Titipan pesan Stef bagi frater masukan yang baik bagi lembaga sekolah Fajar  Timur, semoga pastor kembali bertugas di Paroki Modio dan Timepa Mapia.(don)