Misa Raya OMK se Nabire Minggu Depan
NABIRE - Ketua Panitia Pelaksanan Misa Raya OMK Yulianus Boma melalui wakilnya Frans Tatago mengatakan, misa raya Orang Mudah Katoli
Bagikan
NABIRE - Ketua Panitia Pelaksanan Misa Raya OMK Yulianus Boma melalui wakilnya Frans Tatago
mengatakan, misa raya Orang Mudah
Katolik (OMK) siap dilaksanakan pada Sabtu, 5 Februari 2018 mendatang. “Misa raya merupakan program tahunan dari Gereja Kristus Sahabat Kita (KSK) yang dimulai
sejak 2015. Misa raya atau ibadah gabungan yang dilaksanan oleh OMK se-kota
Nabire ini dengan tujuan agar terjalin hubungan persaudaraan antar sesama
sebagai umat Kristiani yang beriman serta ini merupakan proses awal melatih
diri agar para orang muda diharapkan mampu memimpin di gereja masing-masing.
Ibadah gabungan ini sudah menjadi tradisi, karena dimulai dari sejak 2015
hingga tahun 2018 ini,” kata Frans Tatago Senin (5/2/18). Menurut dia, ibadah kali ini kita sudah dirancang dengan beberapa lomba, diantaranya bola
voli, takraw, tenis meja ini dari sisi eksternal dan sedangkan internalnya
yaitu lomba kotbah, kor, dirjen, baca alkitab dan mazmur. Sebab dengan demikian
nanti akan diberikan hadiah bagi peserta perwakilan gereja agar para orang muda
semangat dalam kepemimpinannya. “Iya ada beberapa lomba yang kami sudah adakan dengan tujuan agar supaya semangat para anak muda
terus berkembang dalam kepemimpinan serta pelayanan yang akan dilakukan oleh
anak muda ini pun memunyai manfaat yang berkualitas di tengah masyarakat. Via
kebersamaan ini diharapkan mampu memberikan pelayanan yang amat bernilai bagi
umat di setiap gereja dan secara umum versi publik,” katanya. Ia menambahkan, ibadah gabungan atau misa raya ini diadakan tiap tahun dan dilaksanakan oleh
OMK dengan tempat yang berbeda. Namun, tahun ini kami lebih memili via undiang
di Nabire Barat yakni gereja ST Yosep sebagai tempat pelaksana ibadah gabungan
OMK se-kota Nabire pada Sabtu mendatang. “Kami sudah undang para anak muda yang sudah terlibat dalam organisasi gereja, yakni OMK
ini untuk ikut partisipasi. Karena ini merupakan proses awal belajar untuk
menjadi seorang pemimpin di gereja maupun kepada masyarakat secara umum,”
pungkasnya. (ist/wan)
Bagikan artikel ini


