NABIRE- Putra/putri Papua untuk mengikuti pendidikan pada bidang ilmu-ilmu sosial cukup tinggi, akan tetapi untuk mengambil pada  jurusan atau program studi pada bidang eksata seperti, matematika, kimia, fisika  dan biologi sangat minim. “Kenyataan membuktikan bahwa, 97 persen anak-anak negeri ini mengikuti pendidikan pada ilmu-ilmu sosial dan hanya 3 persen anak-anak Papua mengikuti pendidikan pada bidang studi eksata,” Demikian diungkapkan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih Jayapura, Dr.Nomensen Steffen Mambraku pada acara Yudisium Magister Pendidikan (M.Pd) bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas Nabire belum lama ini. Dijelaskaannya, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Nabire memegang peranan yang sangat penting untuk membina anak-anak Papua agar selanjutnya dapat menekuni pendidikan bidang eksata. Karena, sesuai data yang dimiliki UNCEN anak-anak Papua mengikuti pendidikan pada bidang eksara bisa dihitung dengan jari. “Hadirnya magister pendidikan kelas Nabire dapat dijadikan suatu peluang bagi masyarakat juga bagi pemerintah kabupaten Nabire dan kabupaten tetangga lainnya. Hal ini dimaksudkan agar kelak anak-anak Papua dapat dididik pada bidang eksata seperti kimia, matematika, biologi juga bidang fisika,” papar Nomensen.Selaku Dekan FKIP Uncen dirinya, mengaku sedih jika melihat mayoritas anak-anak Papua mengikuti pendidikan pada ilmu-ilmu sosial. Agar kedepan anak-anak Papua dapat mengikuti pendidikan pada bidang IPA, saat ini dirinya sedang berupaya kedepan di Papua memiliki laboratorium IPA. “Kalau kita punya laboratorium IPA di Jayapura, tenaga pengajar atau mahasiswa yang ada di kota/kabupaten  dapat memanfaatkannya guna meningatkan pengetahuan dalam rangka peningkatan kualitas dan kuantitas di bidang eksata,” ucapnya. (rik)