NABIRE - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Papua Tengah menggelar Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah yang berlangsung khidmat dan meriah di Islamic Center, Nabire, pada Kamis (11/12/2025) pagi. Acara tersebut menjadi momen penting yang menandai perjalanan panjang dan kontribusi Muhammadiyah di Provinsi Papua Tengah.

Momentum bersejarah ini mengusung tema ‘Memajukan Kesejahteraan Bangsa’, sejalan dengan semangat kontributif Muhammadiyah sejak kelahirannya. Perayaan tersebut dihadiri oleh ribuan warga Muhammadiyah dari berbagai daerah, yang datang tidak hanya untuk mengikuti rangkaian kegiatan tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antar-anggota.

Mewakili Gubernur Papua Tengah, H. Tumiran, turut hadir dan menyampaikan sambutan dalam resepsi tersebut. Kehadiran perwakilan pemerintah daerah ini menunjukkan pengakuan resmi atas peran krusial organisasi Islam ini dalam pembangunan wilayah.

Dalam sambutannya, H. Tumiran mengingatkan bahwa sejak didirikan pada tahun 1912, Muhammadiyah telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan dan pelayanan sosial di berbagai penjuru Indonesia. Kontribusi ini bersifat holistik dan merata.

Tumiran menjelaskan, Muhammadiyah berdiri sebagai gerakan pembaharuan yang membawa semangat Islam berkemajuan, mencerahkan dan menyejukkan. Di tanah Papua, khususnya di Papua Tengah, peran Muhammadiyah sangat dirasakan melalui keberadaan sekolah-sekolah, perguruan tinggi dan berbagai amal usaha lainnya yang hadir untuk melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama maupun budaya.

Atas nama pemerintah daerah, H. Tumiran menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas dedikasi dan konsistensi Muhammadiyah dalam melayani masyarakat. Ia menegaskan bahwa amal usaha Muhammadiyah telah menjadi mitra strategis pemerintah.

Milad Muhammadiyah ini, lanjutnya, menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa gerakan dakwah dan sosial harus selalu relevan dengan tantangan zaman. 

Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyadari bahwa visi yang diemban Muhammadiyah sejalan dengan reformasi yang sedang dijalankan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter dan berdaya saing.

Oleh karena itu, H. Tumiran secara khusus berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Muhammadiyah semakin kuat. Sinergi ini diutamakan dalam peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat dan masyarakat, penguatan nilai-nilai moral dan modernisasi beragama serta mendukung stabilitas sosial kemasyarakatan.

"memperingati Milad ke-113 Muhammadiyah adalah momen refleksi bagi kita semua. Kita dipanggil untuk terus menebarkan manfaat bagi sesama," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa semangat Islam yang berkemajuan harus menjadi energi bagi semua untuk bekerja, berkarya dan melayani masyarakat dengan integritas.

Sementara itu, dalam pidato Milad, Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Dr. M. Solihin M. PSDM, menyampaikan bahwa usia 113 tahun tidak menjadikan Muhammadiyah lemah, tetapi justru semakin kuat, semakin hebat, semakin semangat dan semakin bermanfaat. 

Ia mencontohkan penguatan ini dengan penyebaran organisasi hingga ke33 negara melalui Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di seluruh dunia.

Dr. Solihin mencontohkan penyebaran tersebut dengan pendirian Sekolah Muhammadiyah di Malaysia dan Australia, serta perolehan wakaf di Jepang sebesar 10 hektar dan di Amerika sebesar 10 hektar untuk pengembangan pendidikan Muhammadiyah, menunjukkan jangkauan global dan kekuatan aset organisasi.(amd)