Melalui IKR Papua Didorong Kembali ke Jalan Tuhan

NABIRE - Kini tengah berlangsung Ibadah Kebangunan Rohani di Kampung Epouto Distrik Yatamo Kabupaten Paniai yang dijadwalkan akan berlangsung dari 5 Mei hingga 8 Mei 2026 dengan tema besar ‘Papua didorong kembali ke jalan Tuhan, melalui Ibadah Kebangunan Rohani (IKR) selama 4 hari’.
Untuk itu, Sekretaris Umum Persekutuan Doa Tubuh Kristus yang juga Kepala Suku Besar Wilayah Adat Meepago Provinsi Papua Tengah, Melkias Keiya, SH, dalam rilisnya ke Papuapos Nabire, Rabu (6/05/2026) menuliskan keprihatinan mendalam terhadap kondisi sosial masyarakat Papua di saat ini, sehingga dilaksanakan IKR sebagai bentuk mengumpulkan manusia kembali ke jalan Tuhan.
Dalam rilis tersebut, Melkias Keiya menegaskan meningkatkanya kasus kriminalitas seperrti bekal, pencurian serta penyimpangan moral dan seksualitas yang kian hari semakin memprihatinkan, membuat manusia telah jauh dari kehidupan rohani dan akhirnya manusia itu mulai menjauh dari Tuhan.
“Papua ini sedang menghadapi krisis, bukan hanya secara sosial, tetapi juga secara spiritual. Ketika manusia itu mulai melupakan Tuhan dengan demikian lahirlah berbagai macam bentuk kejahatan dan kerusakan moral akan dengan mudah menguasai tatanan kehidupan manusia di mana kita berada atau tinggal,” jelasnya.
Untuk itu, menurut Melkias Keiya, kegiatan IKR yang telah berlangsung di Epouto Distrik Yatamo kirannya menjadi panggilan serius bagi semua pihak, lebih khusus bagi umat yang percaya dan kembali membangun hubungan yang benar–benar dengan Tuhan sesuai dengan panggilan hati setiap orang percaya.
Sehubungan dengan kegiatan IKR yang digelar oleh Persekutuan Doa Tubuh Kristus dinilai sebagai langkah strategis dan rohani dalam memulihkan kondisi Masyarakat.
“Kegiatan IKR ini bukan sekedar ibadah biasa, tetapi menjadi sarana pemulihan, pembentukan karakter dan penguatan iman umat Tuhan. Untuk itu, percaya melalui IKR ini Tuhan akan memulihkan Papua,” imbuhnya.
Sehingga dirinya mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah Meepago dan Papua Tengah secara umum untuk turut mengambil bagian dalam kegiatan IKR, karena lewat IKR akan terbangun kehidupan yang lebih baik.
Sebab selama 4 hari ini dibangun hubungan personal kepada Tuhan. “Kembali kepada Tuhan adalah kunci utama bagi setiap manusia. Jika Tuhan dapat melakukan pemulihan setiap hati manusia, maka secara otomatis tanah Papua ini juga akan dipulihkan sesuai dengan rencana dan kehendak Tuhan,” ajak Keiya. (des)
Bagikan artikel ini


