NABIRE - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak-anak sekolah. Tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk menciptakan lapangan pekerjaan (Lapker) dan membuka pasar yang pasti bagi pelaku UMKM lokal di Tanah Papua.

Hal ini seperti dikatakan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, melalui pesan WA yang diterima media ini.

Menurut Marsel, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi membutuhkan tenaga kerja dalam berbagai bidang. Mulai dari tenaga dapur, distribusi makanan, petugas kebersihan, hingga tenaga administrasi. Hal ini memberikan peluang kerja langsung bagi masyarakat setempat. Khususnya generasi muda dan mama-mama Papua yang selama ini memiliki keterbatasan akses pekerjaan formal.

Selain itu, program ini juga memberikan dampak ekonomi tidak langsung melalui keterlibatan pelaku UMKM dan petani lokal. Bahan pangan seperti sayur-sayuran, ikan, umbi-umbian, telur, dan hasil kebun masyarakat dapat diserap secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan produksi makanan bergizi setiap hari. Dengan adanya kepastian permintaan, pelaku usaha kecil tidak lagi bergantung pada pasar yang tidak menentu.

“Program Makan Bergizi Gratis menghadirkan dua manfaat besar sekaligus, yaitu meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak Papua dan menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat. Ini adalah pasar yang pasti bagi UMKM, sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru,” ujar Marsel.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung dan berpartisipasi aktif dalam program ini, baik sebagai tenaga kerja maupun sebagai pemasok bahan pangan lokal. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah anak yang menerima makanan bergizi, tetapi juga dari sejauh mana program ini mampu memberdayakan ekonomi masyarakat Papua secara berkelanjutan.

Program MBG diharapkan menjadi fondasi penting dalam membangun generasi Papua yang sehat, kuat, dan mandiri, sekaligus memperkuat ekonomi rakyat berbasis potensi lokal. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku UMKM, program ini diyakini dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan di daerah.

“Mari ambil peran masing-masing,” tutupnya. (ppn)