NABIRE - Anggota Badan Musyawarah Adat Luar Biasa daerah pesisir dan kepulauan Kabupaten Nabire, Hubert Wartonoy, saat dikonfirmasi, Rabu (21/8) mengenai aksi demo damai yang akan dilaksankan 22 Agustus 2019, dirinya mengharapkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan isu isu lainnya. Hubert Wartonoy mengharapkan agar 6 kepala suku daerah pesisir dan kepulauan ini menghinbau kepada warga masyarakat 6 suku ini agar tidak terpancing dengan isu-isu lainnya. Bila ada warga 6 suku yang ingin hadir di dalam aksi demo ini agar tertib, dan tidak keluar dari koridor adat yang selama ini dijalani.Hubert Wartonoy juga menghimbau kepada masyarakat Nabire non Papua agar dapat memelihara kesatuan dengan baik. Apabila terjadi sesuai, agar dapat diselesaikan dengan baik, sesuai dengan aturan yang dibtetapkan pemerintah dan juga adat.Di dalam kesempatan ini ada kepala kepala suku yang sebagai sesepuh, orang tua, agar bisa meneruskan apa yang diharapkan sesuai dengan hukum adat itu sendiri.  Sehinga tercipta kerukunan yang baik dengan non Papua yang selam ini telah terjalin dengan baik.Hubert juga menghimbau agar kepala-kepala suku agar memberikan informasi kepada seluruh lapisan kepala suku yanga ada di Kabupaten Nabire. Agar tidak mengamuk, dan juga warga masyarkat tidak ikut-ikutan dengan isu-isu yang mengakibatkan kekacauan di Nabire. Lebih lanjut dikatakan, kebersamaan ini yang kita bangun selama ini agar tetap dipelihara, dan juga kebersamaan ini akan tetap terjaga dengan baik. Menanggapi aksi yang terjadi di Malang, Surabaya dan Makasssar, dan begitu terima formasi dapat disharing informasi yang diedarkan tidak membuat kesatuan kita menjadi retak. Untuk itu perlu adanya kepercayan kepada pihak TNI Polri untuk menyelesaikan persolan yang terjadi di Malang, Surabaya dan Makassar. (ist)