NABIRE - Pengambilan material di Kali Sanoba oleh PT SIP, dinilai warga masyarakat Kampung Sanoba telah mengancam kelangsungan ekosistem di sekitar Kali Sanoba sehingga warga masyarakat mendatangi dan mengeluhkan kepada kepala kampung dan jajarannya. Demikian diungakap oleh Ketua RT Perwakilan Adat Biak Wilayah Sanoba Frans Rosummer, seusai kegiatan Musyawarah Kampung, Jumat (14/10), di Balai Kampung Sanoba Dalam.Dikatakan, warga masyarakat Kampung Sanoba datang mengeluh kepada aparat kampung, Bamuskam dan RT, karena  ada lima macam alasan yang mendasar yang disampaikan, pertama PT. Sinar Indah Papua tidak mengetahui dan sepengetahuan warga hak ulayat di kampung itu pada hal ada aturan adat.Kedua mencari sumber makan diharapkan di Kali Sanoba, ketiga tidak ada pengertian kepada warga masyarakat hak ulayat setempat dan masyarakat di sekitar itu. Keempat tidak pernah membantu kepentingan umum di kampung itu. Kelima menjaga antisipasi banjir, longsor dan lain sebagainya yang akan terjadi nantinya.Warga masyarakat menilai benar, sebab suatu saat terjadi sesuatu seperti banjir, longsor dan sebagainya itu Kampung Sanoba muda hanyut oleh efek yang begitu berkenang kepada kita semua. Sehingga hal itu perlu kita antisipasi bersama dan saling pengertian satu sama lain itu sangat penting untuk modal kehidupan kita, karena kita ini semua punya akal budi sehat yang diberikan oleh Tuhan, maka perlu menghargai satu sama lain ini sangat positif bagi kita semua dan perlu perhatian kepentingan umum kita bersama membangun kampung kita.Sebab, menurutnya, Kampung Sanoba ada aparat pemerintah kampung, tokoh adat, masyarakat, perempuan, pemuda dan tokoh agama dan warga hak ulayat, semua ada disitu, namun membantu kepentingan umum untuk membangun kampung saja masih belum, apalagi yang lain. Ini perlu benahi kita bersama agar kedepan pembangungan kampung bisa dapat berjalan dengan baik dan maju. (modes)