Kemarau Panjang, Wabup Nabire Ingatkan Warga

NABIRE — Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Nabire selama kurang lebih empat bulan mulai berdampak pada ketersediaan air bersih. Sejumlah sumur warga dilaporkan mulai mengering dan mengalami penurunan debit air.
Menghadapi kondisi tersebut, Wakil Bupati Nabire, Burhanudin Pawennari, meminta masyarakat menghemat penggunaan air sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan permukiman.
Imbauan itu disampaikan Burhanudin usai membuka Sosialisasi Statistik Sektoral di Aula Diskominfo Nabire, Kamis (6/8/2026).
“Kita ketahui bersama saat ini Nabire mengalami cuaca yang cukup ekstrem, yaitu kemarau panjang yang sudah kurang lebih berjalan empat bulan. Yang tentunya mengakibatkan warga sudah mengalami kesulitan air bersih karena sumur mulai mengering dan airnya berkurang,” ujar Burhanudin.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh masyarakat. Penggunaan air secara berlebihan di tengah kemarau berpotensi mempercepat berkurangnya cadangan air yang masih tersedia.
Karena itu, ia meminta masyarakat menggunakan air bersih secara efisien dan hanya untuk kebutuhan yang benar-benar diperlukan.
Stop Bakar Lahan
Selain persoalan air bersih, Burhanudin mengingatkan masyarakat agar mewaspadai ancaman kebakaran selama musim kemarau.
Kondisi lingkungan yang kering membuat api lebih mudah menyebar, terutama jika masyarakat melakukan pembakaran saat membersihkan lahan.
Ia secara khusus meminta pemilik lahan untuk menghentikan sementara aktivitas pembakaran sebagai langkah pencegahan.
“Bagi warga yang punya lahan, dalam membersihkan lahan terutama bakar-membakar harus betul-betul hati-hati dan diantisipasi. Bila perlu, upaya bakar-membakar untuk sementara ditiadakan dulu,” tegasnya.
Menurut Burhanudin, kelalaian dalam membersihkan lahan dengan cara membakar dapat menimbulkan dampak lebih luas. Api yang tidak terkendali berpotensi merembet ke kawasan permukiman hingga fasilitas umum dan mengancam keselamatan warga.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak menganggap sepele aktivitas pembakaran di tengah kondisi kemarau panjang.
Waspada Kebakaran
Burhanudin menegaskan, pencegahan harus dilakukan sejak dini dan menjadi tanggung jawab bersama. Masyarakat diminta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.
“Sekali lagi mari kita semua lebih berhati-hati untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran di Kabupaten Nabire,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Nabire berharap kesadaran masyarakat dalam menghemat air dan mencegah kebakaran dapat membantu daerah menghadapi dampak kemarau panjang sekaligus meminimalkan risiko bencana selama kondisi cuaca ekstrem berlangsung. (amd)
Bagikan artikel ini



