DOGIYAI – Ketua Lembaga Masyarakat Adat Kabupaten Dogiyai, Germanus Goo, mengatakan, masyarakat Papua harus bangga kalau telah memakai noken. Sebab noken merupakan warisan nenek moyang masyarakat Papua yang telah diwariskan kepada kita. Katanya, apabila mencintai noken pasti telah terkandung sejumlah harapan di dalam noken yang digunakannya.   Menurutnya, kalau tidak memakai noken pastinya tidak punya harapan hidup ke depan dan tidak memiliki pendirian yang tetap. Sebab tidak mengerti makna menggunakan noken. “Kalau kita mau bepergian jauh, pasti kita mencari noken untuk isi sejumlah bekal. Kalau kita isi bekal makanan berarti kita mempunyai harapan dan punya pendirian untuk hidup,” kata Goo. Ia juga sangat mengapresiasi kerja keras beberapa warga di Prancis, sehingga tas tradisional Papua (Noken) sebagai warisan dunia. “Kami sangat menyampaikan terima kasih kepada sahabat kami Pak Titus Chiris Pekey, Ketua Lembaga Ekologi Papua yang telah memediasi noken sebagai warisan dunia, dan diputuskan oleh UNESCO bahwa setiap tanggal 4 Desember noken sebagai warisan dunia. Sehingga setiap tanggal 4 Desember agar diperingati sebagai Hari Tas Tradisional Papua (Noken) sebagai warisan dunia. Goo berharap dengan diakuinya noken sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO, maka semua warga Papua harus bisa melestarikan noken dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga noken Papua bisa melestarikan dari generasi ke generasi. Dan tepat tanggal 4 Desember agar setiap orang Papua wajib memakai noken tanpa terkecuali. “Orang asli Papua dimanapun dia berada, tepat tangal 4 Desember menggunakan noken, artinya wajib memakai noken tanpa terkecuali, entah mau ke sekolah, kantor, dan lain-lainnya,” ujar Goo. (Herman Anouw)