Masyarakat Prihatin Pendidikan di Tigi Barat
NABIRE - Masyarakat yang berada di wilayah Debey, Tigi Barat, kabupaten Deiyai merasa prihatin akan kegiatan belajar dan mengajar di wilayahnya. Keprihatinan ini disampaiakan seorang tokoh intelektual asal daerah tersebut, Beatus Waine, S.Ag. Waine yang bertandang ke red
Bagikan
NABIRE - Masyarakat yang berada di wilayah Debey, Tigi Barat, kabupaten Deiyai merasa prihatin akan kegiatan belajar dan mengajar di wilayahnya. Keprihatinan ini disampaiakan seorang tokoh intelektual asal daerah tersebut, Beatus Waine, S.Ag.
Waine yang bertandang ke redaksi Papuapos Nabire, menuturkan, kegiatan pendidikan di Debey sangat memprihatinkan, terutama yang terjadi di dua sekolah, yakni SD YPPGI Demago dan YPPK Matadi.Menurut Waine, para pendidik / guru di kedua sekolah tersebut kebanyakan masih honor dengan predikat ijazah sebatas tamatan SMP/SMA. Ia pun menyayangkan kepada Kepala Sekolah (Kapsek) di 2 SD ini, sejak dilantik hingga kini jarang aktif di sekolah. "Kami prihatin sekali, padahal pemerintah telah menyediakan sarana dan prasarana sekolah, pemerintah telah membangun sekolah dengan baik, rumah dinas guru pun telah tersedia, sayang Kapsek jarang masuk," tegasnya.Waine pun mempertanyakan dana BOS yang diberikan pemerintah yang tidak dijalankan dengan maksimal, bahkan dirinya menilai ada penyalahgunaan dana yang sedianya untuk bantuan operasional ini. "Disamping hal tadi kami pun menyayangkan sikap ketua (pemilik yayasan) yang kurang peduli akan hal-hal yang terjadi di yayasannya.“Saya berharap dinas terkait bisa memberikan teguran kepada kepala Sekolah supaya aktif bekerja, jika dinas tidak memberikan teguran atau dinas sudah menegur kepada Kapsek bersangkutan namun tidak diindahkan, sebaiknya Kaspek di kedua sekolah tersebut segera diganti,” harapnya. (mus)
Bagikan artikel ini



