INTANJAYA - Tokoh pemuda Distrik Wandai Kabupaten Intan Jaya, Absalom Miagoni, masih menunggu hasil revisi perbaikan ulang Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang hingga saat ini belum ada perubahan. Dirinya bersama masyarakat Distrik Wandai masih menunggu hasil revisi ulang DPT Distrik Wandai. Karena dalam hal ini melihatnya pemutahiran data DPT tahun 2013  untuk pemilihan legislatif tahun 2014 lain dari DPT awal pemilihan bupati dan wakil bupati Intan Jaya tahun 2012 maupun Pilgub Papua tahun 2012. Karena DPT awal Distrik Wandai sebanyak 6.645 orang terdiri dari 9 kampung. Rekap jumlah masing-masing kampung adalah Kampung Hulagupa sebanyak 501 orang, Kampung Dubasiga sebanyak 573 orang, Kampung Mbugulo sebanyak 827 orang, Kampung Mogalo sebanyak 933 orang, Kampung Jaee sebanyak 657 orang, Kampung Sabisa sebanyak 726 orang, Kampung Debasiga I sebanyak 910 orang,  Kampung Debasiga II sebanyak 714 orang, Kampung Isandoga sebanyak  724 orang.Lanjut Absalom, sedangkang DPT untuk pemilihan legislatif 2014 Kabupaten Intan Jaya, khusus untuk Distrik Wandai ditetapkan oleh KPU Provinsi Papua pertanggal 12 Oktober 2013 sebanyak 655 orang ditambah dengan DPT awal 6.645 dengan total 7.300 orang.“Saya lihat cara pembagian DPT Distrik Wandai ini aneh sekali. Karena kampung yang lain dipotong, selain itu Kampung Mogalo dari 933 dipotong turung sampai menjadi 857 orang. Malah dikurang, seharusnya ditambah, hal ini tidak wajar betul,” katanya.Cara pembagiannya, kata Absalim, tambahan DPT dari KPU Provinsi Papua sebanyak 655 orang dibagi 7 kampung. “Kampung Hulagupa, Mbugulo, Jaee, Sabisa Debasia I, Debasiga II, dan Isandoga sajakah ?” tanyanya.Sedangkang Distrik Wandai terdiri dari 9 kampung, yakni Kampung Mogalo, dan Kampung Dubasiga bukan tambah tapi dipotong DPT yang awal. Dirinya berharap jangan terlalu memancing emosi, jangan kampung lain anak manja kampung yang lain jadikan anak tiri.“Sipakah oknum yang manipulasi DPT Kampung Mogalo ?” tanyanya. Tokoh pemuda Absalom Miagoni bersama masyarakat Distrik Wandai pesan kepada KPU Kabupaten Intan Jaya segera mengembalikan DPT dan penambahan DPT sedang ditunggu. Kaum intelektual dengan DPRD Distrik Wandai masalah yang lampau masalah politik, sosial, maupun budaya tidak boleh terbawa-bawah berkaitan dengan birokrasi, maupun politik seorang DPRD dengan intelektual berfikir yang universal, tidak boleh berfikir prifat egoisme. “Anggapan dari bapak berjuang untuk menambah DPT asal kampung lain, tetapi kepada pihak DPRD dan intelektul Distrik Wandai jangan situasi ini menjadi makin rumit. Sikap kepada pihak tertentu janganlah berpikir negatif, kalau seperti ini tidak boleh tertular ke generasi terus menerus,” uarnya. Harapan Absalom Miagoni bersama masyarakat Distrik Wandai maupun masyarakat yang ada di Kabupaten Intan Jaya, segera revisi DPT dan tidak mengulur-ulur waktu dan tidak membuat kita makin bingung. Pihaknya menginginkan kepada para pejabat Intan Jaya seharusnya memberikan pola pikiran yang baik, jangan pola pikir yang buruk kepada masyarakat awam. (ris)