Mama-Mama Dogiyai Pamerkan Kerajinan Tangan
MOANEMANI – Selama dua hari (14-15/8), mama-mama asal Dogiyai tampilkan hasil kerajinan tangan di Aula Koteka-Moge Moanemani. Tak kurang dari 500 orang hadir menyaksikan pameran yang secara resmi dibuka oleh Bupati Dogiyai, Drs. Thomas Tigi. Tampak Sekda dan Muspida Kabupat
Bagikan
MOANEMANI – Selama dua hari (14-15/8), mama-mama asal Dogiyai tampilkan hasil kerajinan tangan di Aula Koteka-Moge Moanemani. Tak kurang dari 500 orang hadir menyaksikan pameran yang secara resmi dibuka oleh Bupati Dogiyai, Drs. Thomas Tigi. Tampak Sekda dan Muspida Kabupaten Dogiyai berkesempatan hadir sekaligus melihat langsung pameran hasil karya mama-mama itu.
Bupati dalam sambutannya mengajak seluruh pejabat dan pegawai di Kabupaten Dogiyai berpartisipasi dalam pameran yang difasilitasi oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Kabupaten Dogiyai. Ajakan itu tak hanya sebatas melihat-lihat, tetapi juga untuk beli kerajinan tangan dari mama-mama Dogiyai.Bupati Dogiyai juga mengemukakan, rencana tahun 2014 akan mekarkan BPMK jika lembaga Legislatif (DPRD) mendukungnya.Bupati Thomas Tigi berkesempatan mengunjungi stand-stand yang tampil di pameran ini, antara lain stand Kelompok Sosial, Tani, Anggrek Binaan, Ikatan Keluarga Toraja (IKT), Bhayangkari, Persit, PKK Kabupaten, stand dari setiap Distrik, SMP YPPK Moanemani, Dharma Wanita Persatuan, dan stand Wanita Katolik Dogiyai.Saat meninjau stand, Bupati menyampaikan apresiasinya, bahkan bangga dengan ketekunan mama-mama menghasilkan sesuatu yang berguna.Kepala BPMK Kabupaten Dogiyai, Damiana Tekege, SH, M.Hum mengakui tingginya kemauan mama-mama Dogiyai untuk mengembangkan kerajinan tangan dalam berbagai jenis karya yang dihasilkan selama ini.“Itu hasil kreasi dari mama-mama kita,” katanya sambil menunjuk hasil kerajinan tangan yang dipajang di stand pameran.Diharapkan, sebenarnya tak hanya sebatas tampilkan di pameran, melainkan sedang diupayakan agar ada tempat khusus menjual hasil karya mama-mama Dogiyai agar beredar di pasaran luas.Ibu Damiana Tekege sebelumnya pernah adakan pelatihan bagi mama-mama untuk terus kembangkan usaha mereka. Misalnya pelatihan pembuatan kue kering, menjahit, dan lain-lain. Hasil dari pelatihan, kata dia, sudah ada hasil nyata. Karya mama-mama turut ditampilkan pada pameran kali ini.Sedangkan dana yang dikucurkan pemerintah 15 persen, namun menurut Ibu Damiana, tak ada alokasi dana Respek bagi pemberdayaan perempuan. Di kampung kampung, dana Respek yang diposkan untuk pemberdayaan perempuan selalu dipakai untuk beli daun seng, kerja jalan, bangun jembatan, dll.Selain itu, ada kendala bagi mama-mama Dogiyai terutama isu beda agama. Jika yang menjadi pemimpin organisasi itu dari Agama A, maka mama-mama dari Agama B tak mau bergabung. Juga, ambisi menjadi Ketua PKK sangat tinggi, padahal Bupati sudah sampaikan bahwa yang menjadi ketua adalah istri kepala distrik dan kepala kampung. (ist/you)
Bagikan artikel ini



