NABIRE -  Majelis, lembaga dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah sebagai ujung tombak dakwah, untuk itu keberadaannya tidak boleh melenceng dari kebijakan Muhammadiyah.


Demikian dikatakan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Nabire, Waluyo, S.Pd, pada Rapat Kerja (Raker) PDM di SMP Muhammadiyah, Bumi Wonorejo, Minggu (11/8/24) kemarin.


Masih dikatakannya, majelis, lembaga juga Ortom Muhammadiyah agar bijak dalam melihat permasalahan dan memetakan program yang berorientasi pada kebermanfaatan dan kemaslahatan umat.


"Dengan demikian kehadiran Muhammadiyah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Nabire. Dengan pemetaan dan juga program yang tertulis, maka penilaian berhasil atau tidak sebuah program bisa terukur dan nantinya bisa dievaluasi dan dicarikan solusinya," katanya.


Raker yang dikemas dengan tema merajut asa, menuai hikmah ini dihadiri oleh 13 anggota pleno, ketua majelis dan anggota majelis. Raker tersebut dibuka langsung Ketua PDM Kabupaten Nabire.


Sekedar diketahui, majelis sendiri merupakan unsur pembantu pimpinan yang menjalankan sebagian tugas pokok Muhammadiyah. Sedangkan lembaga adalah unsur pembantu pimpinan yang menjalankan sebagian tugas pendukung Muhammadiyah. Sebagai unsur pembantu pimpinan, keaktifan majelis dan lembaga akan sangat menentukan gerak langkah Muhammadiyah di masing-masing tingkatan.


Sedangkan Ortom Muhammadiyah sebagai badan yang mempunyai otonomi dalam mengatur rumah tangga sendiri mempunyai jaringan struktur sebagaimana halnya dengan Muhammadiyah, mulai dari tingka pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan dan tingkat desa.


Ortom dalam Persyarikatan Muhammadiyah mempunyai karakteristik dan spesifikasi bidang tertentu. Adapun Ortom dalam Persyarikatan Muhammadiyah yang sudah ada diantaranya Aisyiyah,  Pemuda Muhammadiyah, Nasyiyatul Aisyiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Tapak Suci Putra Muhammadiyah dan Hizbul Wathan.(muh)