NABIRE - Ketua Lembaga Masyarakat Adat Suku Wolani, Mee dan Moni (LPMA Swamemo), Thobias Bagubau, S.IP saat bertandang ke Kantor Redaksi Papuapos Nabire, Kamis (17/12) mengatakan, sesuai dengan keingingan masyarakat Kabupaten Nabire, Pesta Demokrasi Pemilukada Kabupaten Nabire sudah berjalan dengan adil, damai dan tertib. Dimana, sesuai dengan keinginan masyarakat Nabire, sudah memilih Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire yang akan memimpin lima tahun kedepan. Dan semua pihak harus menghargai proses yang sedang berjalan dan menjaga kondusifitas daerah selama bulan Desember menjelang Natal 2015 dan Tahun baru 2016.   Lanjutnya, seluruh kandidat harus bersatu dan menghormati apapun hasil Keputusan Sidang Pleno Penetapan Pemenang Pilkada Kabupaten Nabire, yang akan digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nabire, yang sudah mulai berjalan sejak, Kamis (17/12), bertempat di Kantor KPU Kabupaten Nabire, Jalan Ahmad Yani. “Saya harap juga kedepan, dari seluruh kandidat juga harus saling menghormati dan menerima apapun keputusannya, dan kalau boleh jangan sampai ada gugatan, karena siapapun pemimpin Nabire lima tahun kedepan, dia adalah putra terbaik Kabupaten Nabire, sehingga siapapun yang terpilih harus merangkul siapapun dia dan melakukan kerjasama demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Nabire,” ungkapnya. Menurutnya, Pilkada Kabupaten Nabire yang telah dilaksanakan 9 Desember 2015 yang lalu, berjalan dengan cara-cara demokrasi ala masyarakat Papua. Dan Pilkada Kabupaten Nabire bisa dijadikan sebuah contoh yang baik bagi kabupaten-kabupaten lain yang ada di Indonesia, terlebih khusus Provinsi Papua wilayah Adat Meepago. Dirinya juga berharap, kepada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire yang terpilih nanti, betul-betul mewujudkan, apa yang sudah dijanjikan kepada rakyat Nabire, sesuai dengan visi dan misi yang telah dijual kepada masyarakat, baik dari sisi pembangunan, kesejahteraan masyarakat, pendidikan dan kesehatan. Wajah Kabupaten Nabire harus berubah dari sebelumnya, dimana pemandangan kota Nabire yang dijuluki Kota sampah saat ini, harus berubah menjadi kota yang bebas dari sampah, kota beriman, kota pesona, kota pendidikan dan kota pembangunan.   Selain itu, bupati dan wakil bupati terpilih Kabupaten Nabire harus bisa menyelematkan semua warga masyarakat Kabupaten Nabire dari, Minuman Keras (Miras), HIV/Aids dan Narkoba. Yang mana, generasi-generasi penerus bangsa yang akan membangun Kabupaten Nabire harus mendapat perlindungan, sehingga akan memunculkan calon-calon pimpinan yang bersih, berwibawa dan beriman. (cad)