Catatan Pildun : Abdillah Rakinten

Piala dunia menunjukkan kualitas-kualitas baru, juga persaingan antar negara yang semakin ketat. Terhitung tidak ada lagi negara yang benar-benar bisa diprediksi mereka akan lolos atau tidak. Contohnya Portugal yang digadang-gadang akan menjadi raksasa pada gelaran ini karena membawa lini Tengah yang sangat mewah, ternyata meleset.

 Kita sebutkan saja nama-namanya seperti Bruno Fernandes yang berhasil menjadi raja Assist EPL, kemudian ada Joao Neves dan Vitinha yang berhasil membawa PSG back to Back menjuarai UCL. Kemudian ada Bernardo Silva yang selalu menjadi andalan di Manchester City. Namun performa Portugal justru tertahan di laga pertama melawan RD Kongo. 

Menariknya gelaran akbar Piala Dunia kali ini membawa euforia baru bagi penikmat si kulit bundar. Namun juga membawa pertanyaan yang sedikit nyelekit bagi gelaran akbar yang biasanya selalu sakral ini, apakah memang menjadi menarik atau justru menjadi buruk ? 

Pasalnya bisa kita lihat dari jumlah goal individu yang melonjak drastis, dari data yang sudah disajikan sebelumnya. Dalam satu edisi saja, seorang pemain paling banyak mengoleksi 8 goal, dan ini hanya didapatkan oleh 2 pemain yakni Mbappe dan Ronaldo the phenomeno. Itu punkeduanya harus membawa negaranya sampai ke final untuk mengoleksi angka sebesar itu. 

Di sisi lain pada gelaran kali ini, justru menunjukkan data yang sangat fantastis kita ambil data perhari ini 23 Juni 2026, di daftar top skorer kita ambil 3 nama teratas, ada Lionel Messi, Mbappe, dan Haaland, dengan masing-masing perolehan goal Messi 5 goal, Mbappe dan Haaland 4 goal. Dengan hanya menjalankan 2 laga mereka sudah mengoleksi setengah dari goal terbanyak dalam satu edisi gelaran seperti biasanya.

Menjadikan pertanyaan besar, apakah Piala Dunia kali ini menjadi sangat mudah bagi beberapa tim atau individu ? Dalam fase group mereka masih menyisakan 1 laga di pekan ketiga, kemudian ada 32 besar, 16 besar, 8 besar, semi-final, dan final. Yang jika kita total semua mereka masih menyisakan 6 laga jika mereka berhasil selalu menembus babak berikutnya.

 Kita ambil contoh Mbappe yang saat ini memiliki statistik 1 goal perlaga sepanjang karirnya di piala dunia, maka jika Francis berhasil menembus babak final, maka Mbappe setidaknya akan mengoleksi paling sedikit 6 goal lagi, dan akan mendapatkan 10 goal dalam gelaran ini, atau jika lebih baik dan konsisten melakukan brace disetiap laga, maka dia akan mengoleksi total 16 goal. 

Angka yang sangat fantatis mengingat sebelum gelaran ini dilakukan pemegang top skorer sepanjang masa piala dunia yakni Klose, hanya mengoleksi 16 goal dari 4 gelaran yang diikutinya. Dan Mbappe hanya membutuhkan 1 edisi Piala Dunia untuk menutup capaian 16 tahun yang susah payah dikoleksi Klose. 

Apakah ini bentuk dari kemajuan sepak bola saat ini? Atau menjadi bukti bahwa kualitas sepak bola saat ini mundur ? Ada berbagai kemungkinan memang, melihat statistik dan data yang disajikan gelaran Piala Dunia edisi 2026 kali ini. Terlihat sangat menarik dari segi data-data yang disajikan, tampak selalu memberikan kejutan-kejutan baru di setiap laga yang dijalankan. 

Mari kita lihat akan sejauh mana data mengejutkan yang akan disajikan kali ini, kita menunggu hingga gelaran ini usai, dan Kembali melihat data statistik yang disajikan, akankah piala dunia ini menjadi piala dunia paling menghibur, atau justru menjadi piala dunia yang membosankan karena format baru yang diterapkan.