NABIRE – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Nabire membuka pintu bagi masyarakat umum (open house) selama dua (2) hari, Rabu dan Kamis lalu, saat hari Idul Fitri, 1 Syawal 1437 H. “Kami buka pintu bagi keluarga narapidana dan tahanan untuk mengunjungi keluarganya yang menghuni Lapas, selama dua hari, sejak jam 8 pagi hingga jam 5 sore. Kami sudah buka sejak tadi pagi (Rabu,6/7),” jelas Kepala Lapas Kelas II Nabire, Yosef Yembise, SH, MH di ruang kerjanya, Rabu (6/7) pagi. Lapas Nabire memberikan kesempatan keluarga narapidana dan tahanan untuk menjenguk dan menyampaikan selamat Idul Fitri dalam rangka memperkuat tali silahturahmi dengan keluarganya yang sedang menjalani hukuman pidana. Dan sebaliknya narapidana dan tahanan juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarganya, menyadari dan menyesali perbuatannya yang menjeblosya ke hukuman pidana.Sebelum open house, kata Yembise, warga binaan yang beragama muslim juga melaksanakan sholat Id di lapangan Lapas bersama Ustad H. Pulian. Warga binaan non muslim ikut menyiapkan tempat seperti tenda dan mengelar alas/tikar untuk sholat Id. Selama masa puasa, warga binaan lapas juga menjalani bulan Ramadhan, setelah keluarga besar Lapas menggelar pembukaan puasa bersama di kompleks Lapas.Yembise menambahkan, untuk memperkuat tali persaudaraan diantara warga binaan dengan petugas Lapas dan keluarga besar Lapas merayakan Idul Fitri bersama di dalam Lapas, sebelum membuka pintu untuk umum khususnya keluarga narapidana dan tahanan berkunjung menyampaikan selamat Idul Fitri.Hj Masaria, salah seorang orang tua dari narapidana yang ditemui di Kompleks Lapas, Rabu (6/7) menyampaikan terima kasih kepada Lapas yang mau membuka pintu bagi keluarga untuk mengunjungi keluargnya yang sedang menjalani hukuman pidana. Karena keluarga bisa menyampaikan Selamat Merayakan Idul Fitri langsung saat menjalani hukuman di Lapas. Oleh karena itu, keluarga yang tinggal jauh seperti Jayapura juga bisa datang menemui narapidana dan menyampaikan selamat Idul Fitri di dalam Lapas.Masaria menambahkan, senang bertemu dengan anaknya di dalam Lapas, ada kesempatan untuk saling memaafkan dan menyampaikan selamat hari raya di dalam penjara. Lewat pertemuan seperti ini, ia berharap semoga anaknya yang tengah menjalani hukuman pidana kelak menjadi anak yang baik dan bisa berbakti kepada orang tua, bangsa dan negara.Sementara itu, dua warga binaan Lapas Nabire, Firman dan Wini yang ditanyai secara terpisah mengatakan senang dengan kebijakan Kapalas yang bisa membuka pintu bagi keluarga untuk mengunjungi warga binaan di Lapas selama dua hari, sejak pagi hingga jam 5 sore.Firman menilai ada suasana silahturahmi di antara warga binaan di dalam Lapas. Bahkan toleransi antara umat beragama di dalam Lapas jauh lebih baik dari pada di luar, di tengah masyarakat umum.Wini yang tidak sempat dikunjungi keluarga karena hendak mudik mengatakan sedih karena kesempatan ini tidak dikunjungi keluarga tetapi suasana saling memaafkan diantara keluarga di dalam Lapas malah mendekatkan diri kepada Tuhan. Toleransi beragama di dalam Lapas cukup bagus, tidak ada lagi perbedaan suku dan agama. (ans)