NABIRE - Jika kita masuk di lingkungan sekolah SMA YPBI Sion yang terletak di wilayah Kampung Samabusa terlihat dari lantai sangat bagus, tetapi ketika diamati terlihat dari atap daun senk, plafon hingga dinding rusak berat.

Dan semua kelas hingga bangun kantor dan juga bangunan laboratorium yang ada hingga saat ini, semuanya merupakan bangunan lama alias cukup tua yang dibangun awal berdirinya SMA YPBI Sion oleh pihak yayasan dan juga bantuan pemerintah.

Dengan kerusakan 10 ruangan kelas milik SMA YPBI Sion, tentunya tidak memberikan kenyamanan bagi guru dan murid dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di setiap hari efektif belajar.

Dikatakan Kepala SMA YPBI Sion Samabusa, Wiliam Raya, S.Pd.,M.Pd kepada Papuapos Nabire, Sabtu (28/9/24), pihak sekolah dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) telah berusaha untuk merehap, tetapi tentunya sangat terbatas dan butuh biaya yang besar.

Untuk itu, selaku kepala sekolah bersama seluruh dewan guru meminta dan memohon agar ada perhatian langsung dari Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pendidikan Nabire agar memberikan bantuan rehap bagi 10 bangunan kelas milik SMA YPBI Sion yang rusak berat.

Karena seluruh ruangan kantor hingga ruangan kelas dan bangunan laboratorium milik SMA YPBI Sion yang ada saat ini semuanya merupakan bangunan tua yang mestinya kembali direhap berat.(des)