KPU Nabire Cek Kembali Dukungan Perbaikan Deki Kayame-Yunus Pakopa
NABIRE – KPU Kabupaten Nabire melakukan pengecekan kembali dukungan perbaikan bakal pasangan calon Deki Kayame, SE - Yunus Pakopa, S.S
NABIRE – KPU Kabupaten Nabire melakukan pengecekan kembali dukungan perbaikan bakal pasangan calon Deki Kayame, SE - Yunus Pakopa, S.Sos, Selasa (18/8).
Pengecekan kembali dilakukan KPU Nabire sebagai tindak lanjut putusan Bawaslu Nabire.
Pantauan media ini di Kantor KPU Nabire, sesuai jadwal seharusnya KPU Nabire sudah bisa mulai melakukan pengecekan sejak pukul 00.00 WIT pada hari Selasa tanggal 18 Agustus 2020.
Namun karena tim dari Deki Kayame, SE - Yunus Pakopa, S.Sos, masih merapikan berkas, sehingga sesuai kesepakatan diberikan waktu hingga pukul 10.00 WIT untuk merapikan.
Hingga akhirnya pada sekitar pukul 10.28 WIT, pihak KPU Nabire dan juga Bawaslu Nabire memerintahkan tim Deki Kayame, SE - Yunus Pakopa, S.Sos untuk menyudahi pekerjaannya karena akan dilanjutkan KPU Nabire melakukan pengecekan.
Selanjutnya, staf KPU Nabire bersama tenaga LO dari bakal pasangan calon Deki Kayame, SE - Yunus Pakopa, S.Sos, melakukan pengecekan dukungan perbaikan.
Jadwal pengecekan dilakukan hingga pukul 23.00 WIT, sementara satu jam sisanya, dari pukul 23.00 hingga 24.00 WIT akan digunakan untuk merekap hasil pengecekan.
Sementara itu, sekitar pukul 10.20 WIT, bakal pasangan calon John Pakage, S.Ip – Sepi Madai, terlihat tiba di Kantor KPU Nabire.
Dalam pertemuan itu, komisioner KPU Nabire, Denny Merin sempat meminta penegasan dari Bawaslu terkait Keputusan Bawaslu Nabire dari sidang sengketa Pilkada.
Hingga akhirnya terjadi perdebatan cukup alot berkaitan dengan hanya ada berkas B.1.1-KWK yang menjadi barang bukti saat persidangan di Bawaslu sementara B.1-KWK tidak disertakan sebagai barang bukti saat persidangan.
Beda persepsi dari masing-masing pihak cukup alot terjadi.
Hingga akhirnya pertemuan itu belum membuahkan hasil, pertemuan sempat terhenti.
Siang kemarin, 3 komisioner KPU Provinsi Papua hadir ke Kantor KPU Nabire untuk melakukan supervisi.
Komisioner KPU Provinsi Papua sempat memantau langsung proses pengecekan yang sedang dilakukan staf KPU bersama tenaga LO dari pasangan Deki Kayame – Yunus Pakopa.
Selepas itu, sempat dilakukan pertemuan antara komisioner KPU Provinsi dengan komisioner KPU Nabire.
Hingga sekitar pukul 15.30 sore, pertemuan yang membahas soal penyerahan berkas dari pasangan John Pakage – Sepi Madai yang sempat terhenti, dilanjutkan kembali.
Namun lagi-lagi pertemuan diwarnai perdebatan cukup alot dan memanas.
Masing-masing pihak tetap bersikukuh dengan persepsi masing-masing.
KPU Nabire tetap beranggapan tidak bisa melakukan pengecekan jika barang bukti yang diserahkan ke Bawaslu saat siding hanya B.1.1-KWK sementara berkas B.1-KWK tidak disertakan.
Wakaupun B.1-KWK yang ada sempat diambil kembali dan kini ada di tangan pihak pasangan calon akan dimasukan kembali ke KPU, tidak mendapat restu.
Dengan alasan berkas B.1-KWK tidak disertakan menjadi barang bukti dalam persidangan.
Sementara pihak pasangan John Pakage – Sepi Madai, beranggapan jika bisa saja KPU Nabire melakukan pengecekan dengan menerima kembali berkas B.1-KWK yang sempat diambil oleh pihak pasangan calon.
Karena menurut mereka, pada waktu sebelumnya bisa dilakukan hal seperti itu.
Tidak ada titik temu pada pertemuan itu. Hingga akhirnya bakal calon bupati John Pakage mengambil kembali berkas B.1.1-KWK sebagai barang bukti saat persidangan di Bawaslu Nabire, yang tadinya diserahkan ke KPU Nabire.
Atas kejadian ini, pihak John Pakage mengaku akan menempuh jalur hokum. (ros)
Bagikan artikel ini


