NABIRE - Pleno Rekapitulasi KPU Intan Jaya yang telah dilaksanakan baik Dapil 1 maupun 2 itu disesuaikan dengan rekapitulasi hasil tingkat PPD di 6 distrik. KPU itu hanya merekap hasil dari PPD. Hasil perolehan suara ditingkat PPS dan PPD itu bukan menjadi urusan KPU, dalam arti apa yang terjadi ditingkat PPD KPU tidak tahu.   “Apa yang terjadi di PPD kami KPU tidak tahu, karena hasil perolehan suara dari PPS itu lari ke PPD bukan ke KPU langsung, KPU hanya tahu perolehan hasil suara itu dari PPD dan kita melakukan pleno rekaitulasi berdasarkan hasil dari PPD,” ungkapnya. Dari 236 Caleg perolehan suara, KPU tidak pernah merubah.mengganti dan memindah suara.KPU melaksanakan reapitulasi berdasarkan rekapitusai PPD 6 distrik. Saat KPU Intan Jaya melakukan pleno rekapitulasi, semua pihak  tidak ada yang melakukan protes dan aksi, semua diam dan itu artinya menerima hasil rapat pleno penetapan hasil perolehan suara Pileg 9 April 2014 tingkat kabupaten (KPU), masyarakat menerima dengan baik dan itu sudah dianggap selesai, KPU telah rampung dan tidak ada masalah. Anehnya, setelah itu ada suara bahwa 8 parpol tidak menerima dengan alasan merasa dirugikan. “Itu saja kami dari KPU masih membuka ruang untuk menerima hasil rekapan menurut/versi parpol.Dan setelah kami melakukan rekap dari parpol ternyata itu melebihi DPT.Sehingga keributan atau ketidakpuasan itu murni berasal dari parpol,” katanya. Dikatakan Ketua KPU Intan Jaya, seharusnya bila ingin mendapat kepercayaan rakyat Intan Jaya, utamanya bagi Anggota DPRD yang kembali maju sebagai Caleg itu mampu memanfaatkan waktu untuk lebih dekat dan lebih dipercaya masyarakat. “Selama ini apa yang mereka kerjakan buat rakyat, mereka itu kan wakil rakyat. Jangan menganggap masyarakat Intan Jaya itu bodoh. Masyarakat Intan Jaya bukan terbelakang, tetapi sudah pintar menilai. Rakyat sudah tahu siapa yang bekerja dan tidak untuk masyarakat. Begitupula dengan para pimpinan parpol,” tuturnya. “Apa yang ditanam itulah yang dipanen/petik, lebih baik koreksi diri, masalah pribadi jangan dilempar ke publik, untuk kepentingan pribadi,” tegasnya. Ditegaskan Linus Tabuni, meminta agar Pimpinan parpol dapat memahami politik dan memberikan pemahaman politik yang baik. Tandasnya, bila ingin menjadi politisi jadilah politisi yang baik dan benar dan menjadi politisi dengan niat dengan ideologi yang baik dan benar.Bila tidak memahami itu tidak perlu bermimpi menjadi Anggota DPRD. “Maju sebagai Caleg bukan coba-coba, tetapi sebuah kompetisi yang dilandasi oleh ideologi, niat untuk memperjuangkan masyarakat dan memajukannya,” ujarnya. Terkait adanya kepentingan karena masih ada tali persaudaraan dengan Bupati Intan Jaya, Ketua KPU menyatakan, bahwa selaku penyelenggara dirinya tidak pernah melihat itu, dirinya bekerja diatas aturan dan kebenaran. “Bila masih ada yang mengkait-kaitkan dengan Bupati, silahkan, tetapi saya bekerja diatas aturan, bukan berdasarkan kepentingan tertentu.Saya tetap akan maju dan melaksanakan tugas KPU diatas peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya. (iing elsa)