NABIRE - Dalam penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh Komite Pimpinan Kota Forum Independen Mahasiswa West Papua (KPK-FIM WP), para massa aksi menyerukan untuk membubarkan Majelis Rakyat Papua (MRP). Lantas, tanggapan MRP Papua Tengah akan seperti apa.

Pernyataan tersebut dijawab oleh Wakil Ketua I MRP Provinsi Papua Tengah, Paulina Marey. Ia mengatakan itu kembali lagi kepada pemerintah karena MRP dibentuk atas tuntutan masyarakat, setelah ada tuntutan masyarakat mereka membentuk dana Otonomi Khusus (Otsus) dan terbentuklah badan kultur diatas tanah Papua untuk mengawal dana Otsus tersebut.

"Sebagai manusia kita berbicara sampai hari ini kita belum lihat wujudnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat pada umumnya dan terus terang kita belum lihat wujudnya dengan baik," kata Paulina dalam wawancaranya di halaman Kantor MRP Papua Tengah, pada Senin (10/11/2025).

Ia menambahkan, sehingga masyarakat pada umumnya tidak merasakan dana tersebut, terlebih lagi dana tersebut sudah dipangkas sedikit sekali dan itukan belum tentu tercukupi satu tanah Papua.(edi)