JAKARTA - Meski Provinsi Papua Tengah baru berumur jagung usai dibentuk Daerah Otonom Baru (DOB). Kontingen Pesparani Katolik Provinsi Papua Tengah kini Minggu (28/10) memasuki hari pertama mengikuti Pesparani Nasioanal Ke III, sertelah sebelumnya pembukaan berlangsung di Ancol Beach City Internasional Stadium Jakarta Utara, Sabtu (28/10) kemarin.

Ketua Lemabaga Pemimbinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah Provinisi Papua Tengah, Drs Fransiskus Xaverius Mote,M.Si mengatakan, Kendatipun kali pertama mengikuti anjang nasional   kontingen Papua Tengah siap mengharumkan nama Papua Tengah di kanca Nasional.

“Kami pertamakali mengikuti dan merasakan admosfir Pesparani tingkat Nasional setelah DOB, walaupun demikian kami sangat siap  untuk harumkan nama Papua Tengah,”tutur Mote kepada wartawan dari Jakarta, Minggu (29/10).

Mote optimis lantaran persiapan Tim sangat optimal dan maksimal. Sebab  sebelumnya telah dilalui sejumlah tahapan yakni proses tahapan persiapan dan latihan hingga diseleksi melalui pelaksanaan Pesparani Katolik tingkat provinsi. Tentunya akan membuahkan hasil yang terbaik dimata Nasional.

“Ada sekitar 11 mata lomba yang kami persiapkan dari 14 mata lomba dan mulai hari ini sedang diperlombakan. Para official, Pelatih dan setiap pesrta mata lomba mulai menampilkan yang terbaik. Hari pertama  kami tampil tadi, kami tidak kalah saing dengan kontingen dari provinsi lain. Semuanya luar biasa dan itu semua karena pertolongan Tuhan,”akunya.

Lebih lanjut Mote menyampaikan terima kasih  kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah atas komitmen, dukungan moril dan dukungan anggaran sehingga pihaknya memboyong kontingen untuk mengikuti Pesparani Katolik tingakat Nasional Ke-III tahun 2023 di Jakarta. 

“Kami boyong kontingen karena adanya komitmen, dukungan moril dan dukungan anggaran dari Ibu Pj Gubernur Prov Papua Tengah, Dr Ribka Haluk,S.Sos . Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih dan Tuhan akan memudahkan dalam segala karya dalam melayani dan membangun Papua Tengah yang lebih baik,”ucap Mote.

Menurut Mote, Dukungan Pj Gubernur Papua Tengah adalah sebagai upaya  untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan Sumber Daya Manusia (SDM) Daerah.

“Jadi mendorong dan mendukung setiap kegiatan kerohanian dan pengembangan kreativitas kerohanian itu luar biasa karena  dukungan tersebut otomatis menghidupkan tata ibadah umat beragama,”pungkas Mote. (ist)