NABIRE - Pada malam ramah tamah Kepala BKKBN Republik Indonesia dengan pemerintah daerah dan mitra kerja Kabupaten Nabire, Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos.,MAP melalui Asisten II Setda Kabupaten Nabire, Ir. Thaib Syafiudin saat memberikan sambutan mengatakan, bahwa pencapaian Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Nabire sebagai berikut jumlah pasangan usia subur sampai pada bulan Juli tahun 2017, mencapai 37.701 pasangan. Sementara itu, jumlah peserta KB aktif pada bulan dan tahun yang sama mencapai, 13.612 orang. Kemudian, jumlah pasangan usia subur yang tidak berKB  pada Juli 2017 sebanyak, 24.089 pasangan. “Kita akui bahwa keluarga berencana pada dasarnya bertujuan mulia, yakni dalam rangka pengendalian penduduk, menjaga kesehatan ibu dan anak, dan akhirnya agar terbangun keluarga yang sejahtera dan bahagia, ”ungkapnya. Menurutnya, dalam konteks jumlah penduduk Orang Asli Papua (OAP) yang berkembang lambat dari tahun ke tahun dan konteks sosial budaya yang kadangkala bertolak belakang, hal ini perlu dicari strategi bersama, agar ibu tetap sehat, ada kesetaraan gender dan keluarga sejahtera tanpa harus menekan angka kelahiran bagi orang asli Papua. Lanjutnya, pendidikan dan pemahaman tentang informasi seputar hidup bersih dan sehat, makanan bergizi, serta informasi kesetaraan gender di dalam keluarga terus ditingkatkan di Kabupaten Nabire.Dimana, pembentukan kelompok bina keluarga Balita dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dasa Wisma dari PKK, kampanye hidup sehat dari Dinas Kesehatan, serta pembenahan pemerintahan kampung, pembenahan Posyandu, Puskesmas, sentra-sentra PAUD dari Dinas Pendidikan dan lainnya terus dilakukan, dan bahkan mulai dikembangkan menjadi sebuah gerakan bersama di kabupaten Nabire. Gerakan bersama yang dimaksud tersebut, sangat sejalan dengan misi kelima Pemerintah Kabupaten Nabire, yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, berilmu, berbudaya, dan berdaya saing serta berwawasan lingkungan. *Isaias Douw Harap Presiden Kunjungi Nabire Bupati Nabire Isaias Douw, berharap kepada pemerintah pusat agar di waktu-waktu mendatang, Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo berkenan mengunjungi wilayah Meepago, khususnya Kabupaten Nabire. Dimana, Nabire sebagai pintu gerbang wilayah Meepago, sekaligus memberikan dukungan atas sejumlah program besar yang dikerjakan pemerintah Kabupaten Nabire dalam rangka mendukung program Nawacita, antara lain pembangunan Bandar Udara Internasional “Douw Aturure” di Karadiri Distrik Wanggar Kabupaten Nabire, peningkatan pelabuhan laut, pembangunan pelabuhan kontainer, pembangunan stadion olahraga, rumah sakit umum, dan program lainnya. Dimana, program-program tersebut sudah menjadi program prioritas pemerintah kabupaten Nabire dan mulai dikerjakan karena Nabire adalah pintu gerbang untuk enam kabupaten di wilayah pedalaman dan dua kabupaten di pesisir dan kepulauan. Pemerintah Kabupaten Nabire membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat. (cad)