Klinik Kesehatan Rumah Bersalin ‘Dewi Laksmi’ Lahir dari Bidang Panggilan
NABIRE - Bagi masyarakat Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai dan masyarakat Kabupaten Intan Jaya, siapa lagi yang tidak kenal dengan K
Bagikan
NABIRE - Bagi masyarakat Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai dan masyarakat Kabupaten Intan Jaya, siapa lagi yang tidak kenal dengan Klinik Kesehatan dan Rumah Bersalin ‘Dewi Laksmi’ yang terletak di Kelurahan Girimulyo atau lebih tepatnya di depan Pasar Karang Tumaritis Nabire. Dimana pada awalnya hanya dengan bisa melayani sesama yang dilakukan oleh Bidang Putu Januwati atau Ibu I Nyoman Dana sesuai panggilan ibu-ibu pasien yang sakit melahirkan di rumahnya. Sehingga pada tahun 2007 silam, kala itu bapak I Nyoman Dana bertugas sebagai seorang guru di SMK Pertanian dan kini telah berubah nama menjadi SMK Negeri 1 Nabire dan berkat dukungan bapak I Nyoman Dana, maka lahirlah gagasan baru dan berdirilah Klinik Kesehatan dan Rumah Bersalin Dewi Laksmi. Pada awalnya klinik kesehatan dan rumah bersalin ini hanya dibangun tiga buah kamar untuk bisa melayani pasien rawat inap dan lambat laun semenjak tahun 2016 hingga saat ini Klinik Dewi Laksmi Nabire memiliki 14 ruangan atau kamar rawat inap. Dikatakan I Nyoman Dana kepada Papuapos Nabire, Sabtu (8/2), hingga saat ini usia Klinik Kesehatan dan Rumah Bersalin Dewi Laksmi 4 tahun yang akan disyukuri pada tanggal 14 Februari 2020 pekan depan. Dan hingga saat ini dari 14 ruang atau kamar inap itu dengan rincian 8 kamar biasa dan 5 kamar VIP dengan ditangani langsung oleh 4 dokter yang diantaranya 1 orang dokter spesialis dan 3 dokter umum serta 7 orang bidang, 1 perawat, 1 apoteker dan 1 orang analisis. Lebih jauh dikatakan I Nyoman Dana, setiap hari dipastikan ada pengunjung yang datang untuk berobat, baik itu pasien rawat inap maupun pasien yang datang untuk berobat atau pasien rawat jalan, sehingga dari pagi hingga malam pasti ada pelayanan yang dapat dibuka selama 24 jam. Dengan harapan pihak Klinik Kesehatan dan Rumah Bersalin Dewi Laksmi yang kini sudah berusia 4 tahun lebih mengutamakan pelayanan kepada semua pasien atau masyarakat tanpa adanya perbedaan agama, suku dan budaya, karena semua manusia sama di mata Tuhan.(des)
Bagikan artikel ini



