NABIRE - Pihak UPBU (Bandara) Douw Aturure Kabupaten Nabire, Selasa (24/03/2020) kemarin menggelar klarifikasi terkait kabar hoax kasus Corona (Covid-19) yang masuk di Nabire. Klarifikasi pihak Bandara Nabire bertempat di Polsubsektor Kawasan Bandara Nabire itu untuk menjelaskan adanya informasi dan berita yang tersebar di media sosial mengenai masyarakat Kabupaten Intan Jaya yang MD (Meninggal Dunia) akibat terinfeksi Covid -19,  yang selanjutnya jenazahnya telah diterbangkan ke Bandara Nabire dengan menggunakan Maskapai Rimbun Air.

Kapolres Nabire diwakili Kabag Ops Kompol Samuel D. Tatiratu, S. IK mengatakan, setelah mendengar dan mendapat info, data, keterangan dan fakta di lapangan dari sumber dan instansi terkait yang bisa dipercaya, maka pihak pers kita kedepankan dalam menjawab dan menjelaskan lewat media yang ada, kemudian dari pihak Bandara Nabire dan Polres Intan jaya melakukan klarifikasi sehingga berita bohong (hoax) ini tidak meresahkan dan membuat panik masyarakat Nabire maupun masyarakat Intan Jaya.

Hadir dalam klarifikasi tersebut Kepala Bandara Douw Aturure Nabire Mochammad Nafiek, Kapolres Nabire yang diwakili Kabag Ops Kompol Samuel D. Tatiratu, SIK, Kasi Ops PD UPBU Wilson Sawaki, Kapolsubsektor Kawasan Bandara Nabire Ipda Petrus Paranoan, KKP Biak wilayah Nabire Biakto Oridek Wambrauw, pihak Maskapai Rimbun Air David, dan dari pihak Avsec Wings Air Yosef serta insan pers Kabupaten Nabire.

"Polres Intan Jaya yang mengecek ke Puskesmas Sugapa bahwa tidak ada pasien atau orang yang meninggal akibat terinfeksi Covid-19 dan tidak ada Pengiriman jenazah melalui maskapai di Bandara Sugapa ke Nabire," kata Kabag Ops.

Pihak Maskapai Rimbun Air juga menyampaikan, sampai saat ini tidak pernah mengangkut jenazah dari Intan Jaya apalagi jenazah yang meninggal dunia karena terinfeksi Covid- 19. Selain itu, pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan Udara (KKP), selama melakukan kegiatan pencegahan Covid-19 di Bandara Nabire baik seluruh penumpang naik maupun penumpang turun terutama dari Kabupaten Intan Jaya  belum pernah menangani dan mendapati adanya jenazah yang dikirim dari Intan Jaya ke Bandara Nabire apalagi yang berhubungan dengan Covid-19. Pada kesempatan tersebut pula Kepala Bandara Udara Douw Aturure Nabire mengatakan saat klarifikasi berlangsung.

"Sampai saat ini selama dilakukan pemeriksaan lewat pemeriksaan suhu badan dan penyemprotan disinfektan bersama KKP belum menemukan adanya penumpang yang naik dan turun yang terindikasi Covid-19," ungkap Kabandara Nabire.

Di tempat yang sama, Kapolsubsektor Bandara Ipda Panji (sapaan) menjelaskan, sehubungan dengan adanya masyarakat yang resah dan panik karena adanya mobil jenasah dan ambulance yang sering keluar dan masuk Bandara nabire yang diduga ada jenasah atau pasien Covid-19 adalah mobil dari dinas milik Pemerintah Kabupaten Nabire yang digunakan oleh Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19/ Dinas Kesehatan.

"Yang setiap saat datang untuk melakukan pengecekan dan pencegahan terhadap setiap  penumpang yang naik maupun yang turun pada saat ada pesawat yang akan take off dan landing," tutur Panji.

Sedangkan mobil ambulance yang diparkir di depan pintu keberangktan adalah mobil ambulance dari pihak KKP yang setiap hari parkir dan standby di Bandara untuk melakukan pencegahan dengan pemeriksaan suhu badan dan penyemprotan disinfektan di area Bandara Nabire dan kepada semua penumpang.(wan)