NABIRE - Ketua Unit Pelaksana (UP) PGSD FISIP UNCEN Kelas Nabire, Fransiscus J. Don Bosco, kepada media ini, menyampaikan klarifikasi informasi yang sempat termuat di salah satu media online, terkait aksi sejumlah mahasiswanya. Fransiscus J. Don Bosco, mengatakan, beberapa waktu yang lalu sejumlah mahasiswa melakukan pemalangan terhadap kampus. Alasan pemalangan, sejumlah mahasiswa itu memprotes perkualiahan yang dilakukan secara online. 

“Kami melaksanakan kebijakan itu untuk mengantisipasi kekosongan aktivitas mahasiswa ketika masa Pandemi Covid-19 ini. Berdasarkan protokol kesehatan dilarang untuk bertatap muka, maka satu-satunya cara yang bisa kami lakukan ya dengan melakukan perkuliahan online,” ujarnya melalui sambungan telepon kepada media ini. 

Lanjut dia, sejumlah mahasiswa yang protes itu dengan alasan ekonomi dan lain sebagainya. Mereka menyampaikan untuk segera menghentikan kegiatan aktivitas perkuliahan secara online. 

“Apa boleh buat, karena permintaan mereka sendiri seperti itu maka kami, dari pada mereka menutup aktivitas kami yang lain, ya lebih baik silahkan kami akan memberhentikan kegiatan perkuliahan online sampai batas waktu nanti pemerintah memberikan ijin untuk melakukan perkuliahan dengan tatap muka di kelas,” tuturnya. 

Ditanya soal jumlah mahasiswa yang melakukan protes, jawabnya, yang melakukan protes sekitar 30an mahasiswa, sementara jumlah mahasiswa yang ada mencapai 400an mahasiswa di sini. Hanya saja, setelah melakukan aksi demo, ada juga mahasiswa yang tetap mengumpulkan tugas yang diberikan lewat perkuliahan online. 

“Keberatan mereka melakukan perkuliahan online, karena keterbatasan fasilitas, ada yang tidak punya HP Android, dengan alasan tidak bisa beli pulsa. Padahal kami mengeluarkan kebijakan itu kan atas SK Rektor, dan SK Rektor itu juga berdasarkan Instruksi Mendikbud,” ujarnya.  

Disinggung adakah program kampus untuk membantu pulsa bagi para mahasiswa itu, jawab dia, tidak ada pos anggaran untuk pembagian pulsa kepada mahasiswa. (ros)