Ketua Timsus Auwe Bantah Jika SK PKPI Dikantogi Mote - Anou
DOGIYAI – Tim pemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati pasangan Bupati Kabupaten Dogiyai periode 2017 – 2022 Herman Auwe membantah jika Surat Keputusan (SK) atau rekomendasi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dikantongi pasangan calon Apedius Mote dan F
Bagikan
DOGIYAI – Tim pemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati pasangan Bupati Kabupaten Dogiyai periode 2017 – 2022 Herman Auwe membantah jika Surat Keputusan (SK) atau rekomendasi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dikantongi pasangan calon Apedius Mote dan Freni Anou (Mote – Anou) untuk maju Pilkada Kabupaten Dogiyai.
Menurutnya, hal ini jelas pada hasil verifikasi dan klarifikasi keabsahan SK PKPI di Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKPI di Kantor Sekretariat DPN PKPI Jalan Ponogero, bahwa tidak pernah memberikan bahkan menyampaikan kepada publik secara terbuka bahwa pasangan bakal calon yang mendapatkan rekomendasi.“Sesuai putusan Panwas yang meminta agar KPU Dogiyai melakukan verifikasi dan klarifikasi ulang tentang keabsahan SK PKPI yang digunakan oleh dua pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Apedius Mote - Freny Anou dan Herman Auwe - Stefanus Wakey, namun hingga saat ini DPN PKPI belum resmi menerbitkan SK dengan nomor SK 170 /SKEP/DPN PKP IND/VII/2016 tentang Persetujuan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Dogiyai?. Sebab, pada pertemuan di Sekretariat PKPI tersebut belum memberikan keterangan jelas bahkan tidak pernah menyebutkan pasangan Mote dan Anou maju pada Pilbup Dogiyai,” ujar Emanuel Adii, Ketua Timsus Auwe.“Jadi informasi yang beredar bahwa SK PKPI jatuh di Mote dan Anou itu hanya menipu publik saja. Hal ini sudah bahwa DPP PKPI belum memberikan keterangan secara jelas kepada publik,” lanjutnya.Menurutnya, kalau rekomendasi SK PKPI dirinya juga sudah mengatongi yang menandatangi Isna Noor selaku Ketua dan Samuel Samson selaku Sekjen. “Saat kami pertemuan di Sekretariat DPN PKPI kemarin Kamis (20/10) pernah menyerahkan kepada KPU Dogiyai melalui Ketua Korwil PKPI Papua, Dokter Rosilien, tetapi KPU tak menerima dan menolak secara sponstan. Kalau sepertinya KPU Dogiyai tidak terbuka,” ucapnya.Untuk itu, Ia meminta kepada anggota KPU Dogiyai lebih tranparan dan terbuka untuk umum. Bahkan, Ia menilai selama ini tidak pernah memberikan keterangan secara terbuka kepada masayarakat.“Kami minta kepada KPU Dogiyai agar lebih tranparan dan independen agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” ujarnya.Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Dogiyai, Yopi Degei menuturkan KPU Dogiyai memberikan rekomendasi pasangan calon Apedius Mote dan Freni Anou itu sendirinya menambah masalah. Ia mengatakan sebaiknya KPU Dogiyai melakukan tahapan-tahapan yang pernah diputuskan bersama termasuk oleh Panwas Dogiyai. “Saya kwatir Pilkada Dogiyai akan kacau, sebab KPU Dogiyai tidak transparan bahkan tidak terbuka kepada semua pihak,” katanya. (gus)
Bagikan artikel ini



